Minggu, 26 April 2026

bangka pos hari ini

Antigen Gratis Pakai Surat Miskin, Jelang Tes CPNS di Pemprov Babel

peserta kurang mampu dapat melakukan rapid test antigen dengan mendatangi Labkesda Dinas Kesehatan Babel.

Editor: Fitri Wahyuni
bangkapos.com/ Cepi Marlianto
ilustrasi- Peserta Antuasias Ikuti Tes SKD CASN di UPT BKN Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mengeluarkan kebijakan terbaru dengan menggratiskan biaya rapid test antigen untuk peserta CASN yang kurang mampu.

Diketahui, pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Aparatur Negara (CASN) di Pemprov Babel bakal dimulai pada 14 -20 September 2021.

Sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh 1.203 peserta ini, di antaranya melampirkan hasil negatif rapid test antigen 1x24 jam.

"Kalau untuk swab antigen digrat iskan bagi yang kurang mampu dengan menunjukkan surat keterangan dari yang berwenang," jelas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Babel, Susanti, Jumat (10/9/2021).

Susanti mengatakan peserta kurang mampu dapat melakukan rapid test antigen dengan mendatangi Labkesda Dinas Kesehatan Babel.

"Peserta dapat ke Labkes Dinkes Babel dengan membawa bukti kartu peserta tes CASN dan CPPPK Babel dan surat keterangan tidak mampu," ujarnya.

Baca juga: Pergerakan Penumpang Bandara Mulai Meningkat, Masuk Babel Bisa Pakai Hasil Antigen

Baca juga: Aturan Terbaru Naik Pesawat untuk Lion Air, Sriwijaya Air Hingga Garuda Indonesia di September 2021

Susanti menjelaskan bagi peserta yang positif Covid 19 pada hasil rapid test antigen dan PCR maka diminta melapor kepada Panselnas.

"Mereka minta penjadwalan ulang melakukan tes melalui call center instansi masing masing seperti Pemprov ke nomor whatsapp 089504884279 minimal satu hari sebelum SKD," ujarnya.

Diakuinya, nantinya panitia seleksi akan menentukan kapan dan di mana dilaksanakan untuk peserta yang positif Covid 19.

"Mereka yang sedang positif Covid 19 ada sarana dan prasarana untuk mendukung dan harus menggunakan alat pelindung diri. Tidak seperti peserta lainnya, nanti disampaikan hanya melalui layar, tidak dilakukan kontak langsung," jelasnya.
Surat keterangan

Kepala Labkesda Babel, Sujari membenarkan jika pihaknya menyediakan layanan untuk warga yang kurang mampu bila ingin melakukan rapid tes antigen.

"Kita sudah lama melayani untuk warga yang kurang mampu, bukan hanya untuk peserta CPNS, tetapi masyarakat kurang mampu lainnya, dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat," jelas Sujari.

Diakuinya, Labkesda pernah membantu masyarakat kurang mampu yang ingin rujukan berobat ke luar daerah dan harus menggunakan rapid test antigen.

"Artinya memang kita layani, kemarin ada yang sakit ingin dirujuk ke Jakarta, kita bantu untuk test rapid antigennya. Kalau ingin bayar juga sekarang biaya antigen di Labkesda hanya Rp100 ribu," ujarnya.

Baca juga: Pria Merekam Video Menyayat Hati Pasien Covid-19 Ucapkan Selamat Tinggal Terakhir Lewat VideoCall

Sujari bahkan mengakui Labkesda Babel telah menurunkan tarif pemeriksaan rapid tes antigen yang semula Rp160.000 menjadi hanya Rp100.000.

Penurunan tarif rapid test antigen ini berdasarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/I/3065/2021 terkait batas tarif tertinggi pemeriksaan rapid diagnostic test antigen (RDT Ag).

"Dalam edaran tersebut untuk pemeriksaan rapid test antigen di luar Pulau Jawa dan Bali, Rp109.000. Kemudian kita tetapkan tarif di Labkesda Babel Rp100 ribu, dimulai 2 September 2021," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk jam operasional pemeriksaan rapid test antigen dilakukan jam kerja dan hasil dapat ditunggu selama 30 menit.

"Dengan adanya tarif baru ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam upaya memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan, sesuai jam operasional kita dari pukul 08.00 WIB-16.00 WIB," tambahnya.

Sedangkan, untuk harga pemeriksaan polimerase chain reaction (PCR) di Labkesda tarifnya Rp500.000 yang mulai diberlakukan pada 18 Agustus 2021. (riu)

Baca juga: Bangka Belitung Masuk Kategori Penularan Covid-19 Tingkat Tinggi Dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO

Kepala BKPSDM Bangka Tengah, Wahyu Nurrakhman mengakui saat ini pihaknya telah melakukan persiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pelaksanaan SKD CASN 2021 di wilayahnya pada 8 Oktober-16 Oktober 2021.

"Saat ini untuk sarana dan prasarana pada pelaksanaan SKD CASN 2021 kita sudah siapkan, termasuk ada empat ruangan yang akan digunakan dan ada 100 unit komputer yang kita sediakan, di mana 50 komputer ini kita pinjam tambahan dari Dindik dan dalam waktu dekat komputer ini sudah kita siapkan semua," ungkap Wahyu, Jumat (10/9/2021) .

Wahyu juga mengakui penerapan protokol kesehatan pun sudah disiapkan dengan ketat. Bahkan, pihaknya pun akan rutin melakukan sterilisasi ruangan setelah dan sebelum dimulainya pelaksanaan SKD.

"Untuk protokol kesehatan ini kita memang ikut sesuai anjuran dari Kemenpan RB, di mana para peserta wajib untuk swab antigen atau PCR, wajib menggunakan masker tiga lapis, dan Prokes jaga jarak. Kita juga mengantisipasi kontak erat antara panitia dan peserta ini dengan tidak menyediakam ruang tunggu atau arena drop out, di mana peserta setelah selesai langsung pulang dan tidak menunggu di lokasi," jelas Wahyu.

Baca juga: Setahun, Harta Ridwan Kamil Melonjak Rp 6,6 Miliar, Ini Sumber Kekayaannya

Ia pun meminta kepada para peserta agar membawa peralatan tulis masing masing dari rumah.

"Jadi ada empat dokumen yang wajib dibawa peserta, yakni hasil tes antigen, surat deklarasi sehat, KTP, dan nomor peserta. Serta kita juga minta peserta bawa alat tulis masing masing karena kita tidak menyediakan sekiligus mengantisipasi sebaran Covid 19 ini," tuturnya. (t3)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved