Senin, 13 April 2026

Berawal Intip Mandi, Oknum Dokter Ini Lakukan Hal Tak Terduga ke Istri Teman

Nia menjelaskan, dugaan aksi pelecehan itu dilakukan DP pada Desember 2020, saat suami korban tak berada di rumah.

Editor: Evan Saputra
Instagram via Tribun Timur
Ilustrasi 

Berawal Intip Mandi, Oknum Dokter Ini Lakukan Hal Tak Terduga ke Istri Teman

BANGKAPOS.COM - Kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dokter berinisial DP terhadap istri temannya di Semarang, Jawa Tengah, jadi sorotan.

DP diduga sengaja mencampurkan spermanya ke makanan yang hendak disantap korban usai mengintip di kamar mandi. 

Terungkapnya kasus itu berawal saat korban beberapa kali mencurigai posisi tudung saji yang selalu berubah di meja makan.

Korban pun berinisiatif merekam ruang makan dengan Ipad miliknya.

Tak disangka, korban syok melihat perbuatan DP yang tak lain rekan dari suaminya.

Baca juga: Dengan Bangganya PSK Bongkar 2 Nama Artis yang Dia Layani, yang Beristri hingga Teman Nikita Mirzani

Baca juga: PPKM Berakhir 13 September, Ini Aturan Terbaru Penerbangan Garuda, Sriwijaya Air, dan Lion Air

"Perbuatan pelaku ini diketahui dari hasil rekaman dari Ipad milik korban. Karena penasaran, korban berinisiatif untuk merekam kejadian di ruangan tempat makan tersebut," ungkap Pendamping korban dari Legal Resource Center untuk Keadlian Jender dan HAM (LRCKJHAM) Nia Lishayati, Senin (13/9/2021).

Untuk diketahui, DP adalah dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di salah satu universitas di Semarang.

Berawal intip korban saat mandi

Nia menjelaskan, dugaan aksi pelecehan itu dilakukan DP pada Desember 2020, saat suami korban tak berada di rumah. 

Awalnya, pelaku diduga mengintip korban yang sedang mandi. Lalu, pelaku mendekati ventilasi jendela dan mengintip korban yang sedang mandi.

Baca juga: Jarang Berhubungan Intim dalam Waktu Lama Ternyata Bisa Picu Bahaya Mengerikan hingga Sakit-sakitan

Lantas, kata Nia, pelaku diduga melakukan onani dan mencampurkan spermanya ke piring korban yang ada di meja makan.

Nia mengatakan, setelah melihat rekaman itu korban syok dan menceritakan ke suaminya. Pelaku pun diminta pergi dari rumah kontrakan mereka. 

"Karena tak ada jawaban, korban pun pergi keluar sembari menunggu suaminya untuk menyampaikan kejadian yang dialaminya. Begitu ketemu mereka langsung melaporkan ke pihak RT setempat. Dan pelaku akhirnya diminta untuk pergi dari rumah kontrakan," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku meminta izin untuk menumpang di rumah kontrakan korban karena pelaku dan rekan suami korban sama-sama menempuh PPDS.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved