Breaking News:

bangka pos hari ini

Batik Lapuan Tampil di Grand Final Duta Wisata, Karya Warga Binaan Lapas Perempuan Pangkalpinang

Ditampilkannya batik tersebut sebagai cara untuk memperkenalkan hasil produksi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Editor: Agus Nuryadhyn
(Ist/Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang)
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, Nebi Viarleni saat menunjukan batik karya warga binaan. 

BANGKAPOS.COM - PULUHAN batik berbagai macam motif dipamerkan saat acara Grand Final Duta Wisata Kota Pangkalpinang 2021 di Bangka City Hotel, Sabtu (11/9) malam. Namun dari puluhan batik tersebut, beberapa di antaranya merupakan karya para warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang.

Seperti halnya batik Lapuan yang merupakan batik produksi Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang. Dengan mengusung konsep ready to wear batik tersebut ditampilkan pada sesi fashion show baju batik daerah.

Sedikitnya dua macam motif batik seperti Bangka Underwater dan Kulat Pelawan yang merupakan citra khas keindahan flora dan fauna di Kepulauan Bangka Belitung ditampilkan pada acara tersebut.

Baca juga: Bandara Soetta & Manado Pintu Masuk RI Selama PPKM, Ini Aturan Terbaru Naik Pesawat Bagi Penumpang

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Pangkalpinang, Nebi Viarleni mengatakan, ditampilkannya batik tersebut sebagai cara untuk memperkenalkan hasil produksi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dengan keikutsertaan batik Lapuan diharapkan dapat masuk ke pasar lokal.

"Program pembinaan yang dilaksanakan memang sudah mendukung minat dan bakat warga binaan pemasyarakatan yang semakin diasah. Ini juga sebagai modal yang dapat digunakan pada saat kembali pada masyarakat setelah bebas nantinya," kata Nebi, Senin (13/9).

Nebi menjelaskan pembekalan pelatihan membatik bagi WBP sendiri sudah dilakukan sejak 18 September 2018. Saat itu bekerja sama dengan Batik Pakis.

Kemudian dilanjutkan bekerjasama dengan Dekranasda Kota Pangkalpinang pada November 2018. Setidaknya, batik karya WBP dari balik jeruji besi tersebut sudah dipamerkan di beberapa ajang bergengsi di Pangkalpinang hingga tiga kali berturut-turut pada tahun 2019.

Baca juga: Express Bahari 3B Alami Patah As, Satpolair Polres Bangka Barat Evakuasi 112 Penumpang

Di antaranya, di fashion show Dekranasda, pameran Hari Ulang Tahun Kota Pangkalpinang, pameran hari batik nasional, hingga terakhir digunakan sebagai wardrobe Duta Wisata Pangkalpinang tahun 2021.

"Selain itu, batik ini juga digunakan sebagai baju batik pegawai LPP dan baju batik Dharma Wanita Pengayoman Kanwil Kemenkumham Bangka Belitung. Bahkan baju batik Lapuan juga sudah dikenakan oleh Ibu Gubernur dan Bapak Gubernur dalam keseharian tugasnya," jelasnya.

Diakui Nebi, saat ini setidaknya ada sekitar enam WBP yang dikhususkan membuat batik Lapuan. Bersama dengan itu, mereka turut ditugaskan menjadi tutor bagi WBP lainnya yang ingin membatik.

"Mereka sudah menerima pembelajaran dari hasil pembinaan di Lapas Perempuan. Awalnya mereka tidak bisa membatik, bahkan sekarang menjadi mahir dan bisa mengajarkan atau membagi ilmunya ke warga binaan lain," ungkapnya.

Baca juga: 2 Kecamatan di Kabupaten Bangka Belum Boleh Pembelajaran Tatap Muka

Ia menambahkan bagi masyarakat maupun instansi pemerintahan yang tertarik untuk membeli ataupun menggunakan batik karya warga binaan dapat menghubungi melalui Instagram @galeri_lpp_pgk dan @lpppangkalpinang.

"Batik Lapuan bisa dibeli oleh masyarakat umum, atau instansi yang ingin menggunakan hasil karya warga binaan sebagai batik kantornya. Jangan ragu, batik LPP juga sudah sering mengikuti pameran UMKM, bahkan pameran yg dilaksanakan oleh instansi terkait," pungkas Nebi. (bangkapos/cepimarlianto)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved