Senin, 11 Mei 2026

Adv

Literasi Digital Bangka Tengah Bahas Cara Agar Positif, Kreatif dan Aman di Internet

Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera.

Tayang:
Penulis: iklan bangkapos | Editor: M Ismunadi
Ist
Literasi digital dilakukan di Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (18/8/2021) lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.

Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital.

Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kabupaten/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Kali ini literasi digital dilakukan di Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (18/8) lalu.

Sebagai Keynote Speaker adalah Direktur Jendral Aplikasi Informatika yaitu, Semuel Abrijani Pangarepan, B.Sc., dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

HONGKY LIE (Budayawan dan Pengusaha), pada pilar KECAKAPAN DIGITAL.

Hongky memaparkan tema “POSITIF, KREATIF, DAN AMAN DI INTERNET”.

Dalam pemaparannya, Hongky menjelaskan bahasa komunikasi di era digital dan bagaimana menggunakan era tersebut untuk demi berwawasan Kebangsaan. 

"Hampir disegala lini suka dan tidak suka, serta senang dan tidak senang sekarang masyarakat semua dipaksakan memahami era digital dan segera meminimalisir menggunakan cara konserfatif dan interaksi sosial yang biasa masyarakat lakukan dahulu sebelumnya," ungkap Hongky.

Menurut Hongky hal yang harus dilakukan agar dapat melakukan aktivitas di internet dengan positif, kreatif, dan aman, meliputi mencari informasi sebanyak mungkin dan diskusi saling melengkapi, memberikan informasi semenarik dan harus jujur, cegah untuk berdebat atau menyangga apapun itu termasuk percaya dari satu sumber, serta konsisten mengunggah informasi atau konten yang positif dan kreatif, niscaya aman saat beraktivitas di internet atau media sosial.

Dilanjutkan dengan pilar KEAMANAN DIGITAL, oleh HILBRAM DUNAR (Founder and Chief Product Officer Threespeakers).

Hibram mengangkat tema “REKAM JEJAK DI ERA DIGITAL”.

Hilbram menjelaskan media sosial dapat digunakan untuk hal yang positif, seperti berbagi ilmu, saling membantu, memberikan pendapat, berkomunikasi, dan memudahkan kegiatan sehari-hari. Jejak digital terdiri dari jejak digital aktif dan jejak digital pasif. 

"Jejak digital aktif berupa unggahan di media sosial dan komentar di media sosial. Jejak digital pasif berupa rekam jejak rute perjalanan saat menggunakan Google Maps dan alamat IP yang terekam pada server saat sedang mengunjungi suatu laman informasi.

Menjaga jejak digital, dengan cara periksa jejak digital, berpikir sebelum mengunggah, jaga citra positif, komentar yang baik dan benar, empati digital, dan komunikasi digital. Menjaga keamanan digital, meliputi hindari penyebaran data pribadi, seleksi dan ikuti teman digital yang positif, tinggalkan hal yang negatif, matikan komentar, serta perhatikan website yang tepercaya," jelas Hilbram.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved