bangka pos hari ini
Covid-19 Babel Tembus 50.092 Kasus, Masyarakat Wajib Waspada
Satgas Percepatan, Penanganan Covid-19 Babel mencatat kasus Covid-19 di wilayahnya sudah tembus 50.092 kasus, pada Rabu (15/9).
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: Fitri Wahyuni
PANGKALPINANG, BANGKA POS - Satgas Percepatan, Penanganan Covid-19 Babel mencatat kasus Covid-19 di wilayahnya sudah tembus 50.092 kasus, pada Rabu (15/9/2021).
Jumlah tersebut, setelah adanya tambahan kasus positif harian sebanyak 139 kasus, di hari yang sama.
Sekretaris Satgas Percepatan, Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa mengatakan dari jumlah tersebut, masyarakat harus tetap mewaspadai penyebaran Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini.
"Kalau Babel tembus 50.000 artinya virus ini terus menyebar dan harus menjadi antisipasi untuk terus mematuhi protokol kesehatan. Walaupun kasus di Babel sudah melandai, tetapi kematian karena Covid-19 masih terjadi hingga saat ini," jelas Mikron.
Baca juga: Pemkot Buat Kolam Retensi Tanggulangi Banjir Pangkalpinang, Warga tak Tidur Setiap Hujan
Ia menambahkan, masih terdapatnya kasus meninggal dunia di Babel, karena keterlambatan pengobatan yang dilakukan warga tersebut.
"Itu terjadi karena akibat ketidaktahuan masyarakat dan pembiaran terhadap kesehatan. Pasien yang seharusnya ke rumah sakit, tetapi setelah parah baru ke rumah sakit, sehingga penanganannya sudah terlambat, seharusnya apabila telah tahu gejalanya langsung saja ke rumah sakit, atau ke puskesmas dekat rumah," tegasnya.
Mikron mengajak masyarakat untuk terus membangun optimisme, saling menjaga, mengingatkan dan saling menguatkan di tengah wabah virus corona ini.
"Mari bersama bergerak menanggulangi pandemi Covid-19, kita bersama-sama menjadi bagian dari penanganan Covid-19 dengan terus menyebarkan kebaikan dan kemanfaatan melalui informasi yang secara mengedukasi ke masyarakat. Tujuannya sebagai wujud kepeduliaan nyata kita demi kesehatan dan keselamatan diri, keluarga, tetangga, dan warga masyarakat lainnya," ujarnya.
PPKM
Mikron mengatakan hingga saat ini Kabupaten Bangka masih masuk dalam PPKM Level 4 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Walaupun berdasarkan asesmen Kemenkes secara provinsi masuk tingkat III, tetapi untuk level di kabupaten/kota hanya Kabupaten Bangka masuk Level 4, hingga harus terus dilakukan dengan penanganan yang benar agar levelnya nantinya turun," jelas Mikron, Selasa (14/9/2021).
Baca juga: Inilah Syarat Baru Naik Pesawat Lion Air, Batik Air, dan Wings Air ke Daerah PPKM Level 1-4
Selama berjalannya PPKM Level 4, Satgas Covi-19 bersama Satuan Tugas Khusus telah berupaya melakukan upaya evaluasi dan analisa kasus terkonfirmasi di Babel, agar dapat dikendalikan dan landai seperti saat ini.
"Kita ketahui saat ini kasus di Babel melandai di sejumlah kabupaten/kota, walaupun masih ada di sejumlah wilayah tinggi tingkat penularannya. Tetapi kasus kematian kita terus menurun," ujarnya.
Diakuinya, dalam evaluasi penanganan kasus meninggal dunia, adanya penolakan rujukan, kemudian keterlambatan rujukan, lambat terdeteksi, tracing lemah dan peralatan pendukung belum memadai.
"Kasus ini yang ditemukan di lapangan dan menjadi evaluasi kita bersama. Alhamdulilah kasus di Babel hanya bertambah empat, dengan total 1.336 kasus, artinya jumlah kematian kita jauh menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya pernah mencapai puluhan," katanya. (riu)
Sekretaris Satgas Percepatan, Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa mengakui hingga saat ini belum terjadi penambahan varian baru Covid-19 di Babel.
Diakuinya, kasus varian delta di wilayahnya masih berjumlah 27 kasus, sesuai apa yang pernah disampaikan ke publik.
"Untuk kasus varian baru delta belum ada tambahan jumlahnya masih yang lama 27 kasus. Padahal kita diminta pemerintah setiap minggunya mengirim 5 sampel sampai 10 sampel pusat, agar diketahui penyebaran kasus varian baru ini, tetapi belum ada hasilnya berkaitan dengan tambahan kasus tersebut," kata Mikron, Rabu (15/9/2021).
Baca juga: Cinta Terlarang Siswi SMA Terungkap, Hati Bibinya Remuk Ternyata Suaminya Selingkuh dengan Keponakan
Baca juga: Suami Syok Istri Dihamili Tetangga Sendiri Setelah Selingkuh Bertahun-tahun, Alasannya Bikin Geram
Sebelumnya diberitakan, dari data Satgas Covid-19 Babel, sebanyak 37 sampel yang dikirimkan oleh Labkesda Babel pada 30 Juli 2021, ada 22 sampel dinyatakan positif varian baru Covid-19 yakni Delta B.1.617.2.
Dari 22 orang yang positif varian Delta itu, 16 orang dari Pangkalpinang, satu dari Kabupaten Bangka, empat dari Kabupaten Belitung dan satu dari Jakarta berdomisili di Pangkalpinang. Dua di antaranya meninggal dunia dan sisanya telah sembuh.
"Jadi totalnya saat ini sudah 27 kasus delta, lima kasus yang pertama terjadi di Belitung berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Genomik Solidaritas Indonesia Lab yang merupakan salah satu laboratorium WGS di wilayah RI dan 22 dari sampel yang dikirimkan Labkesda. Hingga saat ini kita masih menunggu hasil sampel yang telah dikirimkan," jelas Mikron, Minggu (5/9/2021).
Baca juga: Siska Nangis Hidungnya Dicolok: Bener Kata Orang Gak Enak, Tobat!
Baca juga: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kabupaten Bangka 93 Persen, Targetkan Vaksin 40 Persen
Ia mengakui, penyebaran varian Delta saat ini menjadi perhatian bersama, karena varian tersebut memiliki tingkat penularan enam kali lebih cepat dibandingkan virus originalnya Covid-19. Selain varian Delta, pihaknya juga memantau varian lainnya yang kemungkinan menyebar di Indonesia, termasuk di Babel nantinya. (riu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210914-kepala-bpbd-babel-mikron-antariksa.jpg)