Heboh Pacitan Potensi Terjadi Tsunami 28 Meter, Ini Fakta Sebenarnya dan Analisis BMKG
Yang mengerikan dan jadi bahan perbincangan, tinggi tsunami yang bakal terjadi setinggi 28 meter.
"Masyarakat harus memiliki sikap swa-sadar informasi gempa dan peringatan dini tsunami serta memiliki respon yang cepat untuk segera melakukan evakuasi, karena golden time yang cukup singkat," tutur dia.
Adapun beberapa langkah mitigasi yang bisa dilakukan saat terjadi peringatan dini tsunami, yakni:
- Masyarakat pesisir harus segera menjauh dari pantai.
- Untuk mendukung efektivitas proses evakuasi, maka jalur evakuasi harus sudah disiapkan.
- Rambu evakuasi sudah terpasang secara permanen.
- Adanya kelengkapan fasilitas ini membuat masyarakat yang melakukan evakuasi untuk segera mencapai titik kumpul di tempat evakuasi sementara di daerah yang aman.
- Pemerintah daerah juga harus sigap dan cepat dalam merespon warning tsunami untuk selanjutnya mengaktivasi sirine untuk perintah evakuasi masyarakat pesisir agar segera menjauh dari pantai jika terjadi gempa berpotensi tsunami.
- Jika karena satu hal sebagian warga terlambat mengetahui adanya warning tsunami, maka penting bagi masyarakat memahami cara selamat dengan melakukan evakuasi vertikal secepatnya meskipun harus memanjat pohon, memanjat bangunan tower yang tinggi, atau memanjat bangunan tinggi lainnya yang terdekat.Ini adalah beberapa cara selamat dalam menghadapi tsunami.
Sejarah tsunami di Pacitan
Imbauan potensi tsunami di Pacitan berkaca dari sejarah kebencanaan di daerah tersebut.
Daryono mengatakan, sedikitnya ada 4 kejadian tsunami yang melanda wilayah tersebut.
Berikut sejarah tsunami di Pacitan:
- Pada 4 Januari 1840 terjadi "Gempa Jawa" yang memicu terjadinya tsunami di Pacitan, setelah gempa berakhir.
- Pada 20 Oktober 1859, terjadi lagi gempa besar di Pulau Jawa yang juga menimbulkan tsunami yang menerjang Teluk Pacitan. Bencana ini menewaskan beberapa orang awak kapal.
- Pada 11 September 1921, gempa besar berkekuatan 7,6, kembali terjadi di Jawa, Pusat gempa ini terletak di zona outer rise selatan Pacitan yang juga memicu tsunami dan tercatat di Cilacap, sehingga sangat mungkin tsunami juga terjadi di Pacitan.
- Pada 27 September 1937, Pacitan kembali diguncang gempa besar. Dampak gempa ini mencapai skala intensitas VIII-IX MMI dan menyebabkan sekitar 2.200 rumah roboh dan banyak orang meninggal.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ramai Potensi Tsunami 28 Meter di Pacitan Jawa Timur, Ini Analisis BMKG",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-bencana-alam-tsunami.jpg)