Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Peserta P3K Guru yang Lolos Ditentukan Langsung oleh Kemendikbud, Ini Nama Nilai Tertinggi

Pelaksana tes seleksi kompetensi teknis pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) tahap pertama di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) telah ber

Penulis: Sela Agustika | Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi CPNS 2021 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pelaksana tes seleksi kompetensi teknis pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) tahap pertama di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) telah berakhir dilaksanakan pada Sabtu, (17/9/2021).

Berdasarkan kuota yang ditentukan dari Kemendikbud, penerimaan P3K guru di Wilayah Bangka Tengah mendapat jatah kuota sebanyak 266 orang yang dikhususkan untuk sekolah negeri.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dindik Bangka Tengah, Esdras Silverius Bangun mengatakan, berdasarkan hasil perolehan nilai kompetensi teknis di wilayahnya tiga nilai tertinggi yang berhasil lolos passing grade, yakni atas nama Sri Haryati dengan nilai 330, Intan Anugrah 355, dan Enie Vita Sari 360.

Namun ia mengungkapkan, untuk total peserta yang lulus P3K guru tahap pertama ini belum dapat memastikan, mengingat sistem penyeleksian penerimaan ini dilakukan langsung oleh Kemendikbud pusat yang akan diumumkan langsung pada 25 oktober mendatang.

"Jadi untuk siapa yang lolos belum dapat kita pastikan karna memang yang menetukan langsung kemendikbud, namun untuk peserta p3k ini bisa menghitung langsung dari hasil tes masing-masing apakab lolos atau tidak, dan untuk peserta yang masuk kategori afirmasi mereka ini karena mereka prioritas jadi mendapat poin nilai tambahan dari hasil tes yang ditentukan langsung oleh kemendikbud," kata Esdras kepada Bangkapos.com, Senin (20/9/2021).

Kata Esdras, sampai saat ini untuk penambahan nilai belum ada ketentuan, khususnya pada peserta yang masuk kategori afirmasi dan belum mencapai passing grade.

"Ketentuan penambahan nilai ini ditetapkan oleh kemendikbud langsung. Di mana yang prioritas afirmasi ini syaratnya pertama harus memiliki sertifikat Pendidik, berusia di atas 35 tahun, Peserta dari Penyandang Disabilitas," kata Esdras.

"Yang usia 35 plus ini emang tidak banyak, tidak sampai 35 persen dari pendaftar, karena rata-rata memang guru di kita (Bangka Tengah-red) sudah terangkat dan untuk yang tidam lolos tahap pertam bisa mengikuti di tahap berikutnya," tambahnya.

Sementara itu dalam pelaksanaan tes seleksi P3K guru yang dilakukan Esdras mengungkapkan, tidak ada kendala terkait jaringan ataupun teknis lainnya.

"Alhamdulillah selama pelaksanaan tes tidak ada kendala apapun, semua berjalan lancar. Memang dari total 366 peserta yang ikut tes ada belasan orang tidak ikut, di mana beberap diantaranya positif," ucapnya.

Esdras menuturkan, sesuai peraturan yang berlaku maka peserta yang positif ini dapat melaksanakan tes setelah hasil PCR negatif.

"Jadi mereka yang positif ini bisa melakukan tes dengan mengeluarkan bukti tes PCR negatif, tetpi karena disini PCR disini hasilnya tidak bisa cepat dan biaya yang mahal jadi beberapa di antara mereka memilih mundur dan ada yang mengajukan surat untuk melakukan tes di tahap berikutnya (tahap dua) yang kami sampaikan langsung ke pusat dan masih menunggu keputusan," kata Esdras.

Ia pun berharap ke depan pelaksanan tes P3K guru ini bisa berjalan secara lancar, tanpa kendala. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved