Satgassus Vaksinasi Babel Targetkan Akhir September Capai 50 Persen, Upaya Jemput Bola Dimaksimalkan
Hingga kini, ketersediaan stok vaksin kita masih bisa mengkover atau memenuhi kebutuhan untuk kegiatan vaksinasi di seluruh jajaran wilayah
Satgassus Vaksinasi Babel Targetkan Akhir September Capai 50 Persen, Upaya Jemput Bola Dimaksimalkan
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Akhir September 2021, capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ) dipastikan melebihi 50 persen.
Adapun kepastian capaian vaksinasi Covid-19 melebihi 50 persen tersebut disampaikan langsung Kepala Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Percepatan Vaksinasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Brigjen (Pol) Umardani, Jumat (24/9/2021).
Wakpolda Bangka Belitung ini mengakui untuk mencapai minimal 50 persen itu, upaya-upaya penyaluran vaksinasi kepada masyarakat terus dilakukan.
"Hingga kini, ketersediaan stok vaksin kita masih bisa mengkover atau memenuhi kebutuhan untuk kegiatan vaksinasi di seluruh jajaran wilayah," kata Brigjen Pol Umardani, Kepada bangkapos.com, Jumat (24/9/2021).
Umardani menjelaskan, jika stok vaksinasi tiba, maka Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan langsung mendistribusikan ke kabupaten/kota dengan jumlah kebutuhan masing-masing daerah di kabupaten/kota.
Baca juga: Heboh Video Gisel Lagi, Kali Ini Durasinya Sama 19 Detik, Rela Bergoyang Demi Wijin
Baca juga: Lihat Durasi Video Ini Terbayang Video 19 Detik Gisel Bersama Nobu di Hotel Medan
Baca juga: Ini Ungkapan Tukul Arwana yang Membuat Ruben Onsu Tak Kuat Menahan Sedih dan Menangis di Depan Istri
Mengenai jumlah pendistribusiannya, Umardani mengakui akan diberikan dalam jumlah yang berbeda-beda dengan menyesuaikannya pada jumlah objek masyarakat dan jumlah gerai yang tersedia.
"Untuk jumlahnya itu berbeda-beda. Jadi tergantung pada jumlah masyarakat yang akan divaksin dan juga disesuaikan dengan jumlah gerai vaksin yang ada serta vaksinator yang ada," ucapnya.
Upayakan Jemput Bola
Umardani juga mengakui memang jajarannya masih sering menemukan kendala dalam proses vaksinasi ini.
Kesadaran masyarakat merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan untuk menerima dosis vaksinasi.
"Untuk kendala di lapangan masih ditemukan seperti kesadaran masyarakat di sejumlah titik yang masih belum sepenuhnya baik, sehingga harus diberikan dulu sosialisasi dan edukasi," jelasnya.
Selain itu, diakui Umardani, keperluan untuk pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat juga menjadi kendala dalam vaksinasi ini.
"Contohnya saja masyarakat kita yang bekerja sebagai penambang, petani atau pekebun dan nelayan yang bekerja dari pagi hingga sore hari. Untuk itu tim vaksinator harus melakukan penyesuaian dengan aktivitas masyarakat kita ini," tambahnya.
Baca juga: BEM SI Trending Topic Setelah Ultimatum Jokowi Soal Nasib 56 Pegawai KPK, Siapa di Balik BEM SI?
• Bacaan Doa untuk Wanita Agar Cantik Alami, Bercahaya dan Menarik Setiap Hari, Termasuk Tips Cantik
Menurutnya, upaya jemput bola merupakan langkah pasti untuk meningkatkan capaian vaksinasi di tengah-tengah masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210924-wakapolda.jpg)