Senin, 27 April 2026

WhatsApp

Terungkap Pesan WhatsApp Ternyata Disortir Manual, Bukan dengan Teknologi Canggih

Selama ini, WhatsApp selalu menggaungkan keamanan privasi melalui fitur enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption) setiap pesan yang di...

maxmanroe.com
Ilustrasi pengguna WhatsApp. 

Terungkap Pesan WhatsApp Ternyata Disortir Manual, Bukan dengan Teknologi Canggih

BANGKAPOS.COM -- Aplikasi WhatsApp atau biasa disingkat WA, menjadi media yang sangat populer untuk berkirim pesan.

Selain mudah dan memiliki banyak fitur, WhatsApp hampir digunakan oleh semua kalangan.

Aplikasi berlogo berwarna hijau ini juga kerap dijadikan sebagai akses komunikasi baik untuk urusan mobilitas kerja atau interaksi ringan sehari-hari,  baik itu chat, video call atau panggilan suara.

Namun, tahukah Anda mungkin selama ini mengira ada teknologi canggih yang didesain menjaga privasi, termasuk menyaring pesan yang hilir mudik di aplikasi perpesanan. Sebuah laporan menguak keberadaan ribuan tenaga kontrak WhatsApp untuk pekerjaan itu.

Selama ini, WhatsApp selalu menggaungkan keamanan privasi melalui fitur enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption) setiap pesan yang dikirimkan lewat aplikasinya.

Baca juga: Buat Pemula, Ini Cara Mudah Sadap WhatsApp Pasangan atau Anak Tanpa Aplikasi, Cukup Masukan Nomor WA

Definisi aman yang dimaksud ialah ketiadaan pihak ketiga yang bisa mengintip pesan yang kita lakukan alias hanya bisa dilihat oleh pengirim dan penerima saja.

Namun belakangan ini, organisasi jurnalisme investigasi non-profit, Pro Publica melayangkan kritikan keras terhadap dugaan pelanggaran masalah privasi yang dilakukan WhatsApp.

Dalam laporannya, disebutkan bahwa bahwa WhatsApp memiliki sekitar 1.000 tenaga kerja kontrak yang tersebar di Austin, Texas, Dublin, dan Singapura.

Tugas ribuan tenaga kerja kontrak itu ialah menyaring konten pengguna. Mereka duduk di depan komputer dan menjalankan software khusus dari Facebook untuk menyaring aliran chat pribadi, gambar, dan video.

Dugaan pelanggaran privasi itu terjadi lantaran konten yang disaring bukanlah konten umum yang dikunci dengan enkripsi. Melainkan konten yang dilaporkan pengguna karena dianggap tidak pantas.

Pesan disortir secara manual

Sebagai informasi, pengguna WhatsApp memang bisa melaporkan pesan di grup maupun chat pribadi ke WhatsApp. Jika dilaporkan, lima pesan terakhir di ruang obrolan akan diteruskan ke tim WhatsApp.

Sejumlah smartphone bakal tidak bisa lagi gunakan WhatsApp pada 1 November 2021.
Sejumlah smartphone bakal tidak bisa lagi gunakan WhatsApp pada 1 November 2021. (kolase Tribunmadura.com)

Selanjutnya, pesan akan disaring oleh sistem kecerdasan buatan perusahaan. Para pekerja kontrak ini akan memberikan penilaian untuk konten yang dilaporkan, bisa tentang penipuan, spam, pornografi, potensi terorisme, dan sebagainya.

Baca juga: Cara Mudah Pasang Chatbot pada WhatsApp, Robot Canggih, Bisa Tau Informasi Secara Otomatis

Baca juga: Cara Menonaktifkan Aplikasi WhatsApp untuk Sementara Tanpa Repot Uninstall

Penilaian dilakukan dalam waktu kurang dari semenit.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved