Breaking News:

WhatsApp

Terungkap Pesan WhatsApp Ternyata Disortir Manual, Bukan dengan Teknologi Canggih

Selama ini, WhatsApp selalu menggaungkan keamanan privasi melalui fitur enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption) setiap pesan yang di...

maxmanroe.com
Ilustrasi pengguna WhatsApp. 

Terungkap Pesan WhatsApp Ternyata Disortir Manual, Bukan dengan Teknologi Canggih

BANGKAPOS.COM -- Aplikasi WhatsApp atau biasa disingkat WA, menjadi media yang sangat populer untuk berkirim pesan.

Selain mudah dan memiliki banyak fitur, WhatsApp hampir digunakan oleh semua kalangan.

Aplikasi berlogo berwarna hijau ini juga kerap dijadikan sebagai akses komunikasi baik untuk urusan mobilitas kerja atau interaksi ringan sehari-hari,  baik itu chat, video call atau panggilan suara.

Namun, tahukah Anda mungkin selama ini mengira ada teknologi canggih yang didesain menjaga privasi, termasuk menyaring pesan yang hilir mudik di aplikasi perpesanan. Sebuah laporan menguak keberadaan ribuan tenaga kontrak WhatsApp untuk pekerjaan itu.

Selama ini, WhatsApp selalu menggaungkan keamanan privasi melalui fitur enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption) setiap pesan yang dikirimkan lewat aplikasinya.

Baca juga: Buat Pemula, Ini Cara Mudah Sadap WhatsApp Pasangan atau Anak Tanpa Aplikasi, Cukup Masukan Nomor WA

Definisi aman yang dimaksud ialah ketiadaan pihak ketiga yang bisa mengintip pesan yang kita lakukan alias hanya bisa dilihat oleh pengirim dan penerima saja.

Namun belakangan ini, organisasi jurnalisme investigasi non-profit, Pro Publica melayangkan kritikan keras terhadap dugaan pelanggaran masalah privasi yang dilakukan WhatsApp.

Dalam laporannya, disebutkan bahwa bahwa WhatsApp memiliki sekitar 1.000 tenaga kerja kontrak yang tersebar di Austin, Texas, Dublin, dan Singapura.

Tugas ribuan tenaga kerja kontrak itu ialah menyaring konten pengguna. Mereka duduk di depan komputer dan menjalankan software khusus dari Facebook untuk menyaring aliran chat pribadi, gambar, dan video.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved