Senin, 20 April 2026

G30S PKI

DN Aidit Pentolan PKI Mati Ditembak, Pernah Bekerja Sebagai Pembuat Lubang Kancing di Tukang Jahit

Sosok Dipa Nusantara (DN) Aidit sebagai petinggi di Partai Komunis Indonesia (PKI)

Penulis: Widodo | Editor: Ardhina Trisila Sakti
life
Kisah DN Aidit Putra Belitung yang Jadi Pentolan PKI & orang Paling Diburu TNI 

BANGKAPOS.COM -- Nama DN Aidit sudah tidak asing lagi, namanya tidak lepas dari peristiwa G30S/PKI yang terjadi pada September 1965 silam. 

Sosok Dipa Nusantara (DN) Aidit sebagai petinggi di Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Pria kelahiran Tanjungpandan, 30 Juli 1923 ini pentolan PKI muda yang mati ditembak. 

Kisah DN Aidit pernah terungkap di majalah Intisari.grid.id pada pertengahan 1964. 

Baca juga: Tak Perlu Lagi PCR, Aturan Naik Pesawat Semua Maskapai Asal Penuhi Persyaratan Ini

Baca juga: Pertamina Lakukan Penyesuaian, Ini Harga BBM Non Subsidi Terbaru, Pertalite, Pertamax hingga Dexlite

Di artikel tersebut menjelaskan, DN Aidit menamatkan sekolah dasar di Belitung dan di sanalah ia bersama 4 saudara termasuknya semuanya lelaki yakni Basri, Sobron, Murad, dan D.N. Aidit.

Ibunya meninggal tatkala dirinya masih berusia 6 tahun.

Di Belitung, DN Aidit sering bersama teman-temannya masuk ke tambang sampai 200 meter di bawah tanah karena di sana banyak tambang.

Kontras antara kehidupan buruh dan majikan berkesan padanya.

Begitu pula nasib yang dialami ayahnya, Abdullah Aidit. 

Sekalipun pendidikannya lebih tinggi, ia tetap buruh, sedangkan kepalanya, orang Belanda yang lulus sekolah dasar saja tidak.

Sekitar tahun 1937 Aidit tiba di Jakarta, masuk sekolah dagang sambil mengikuti kursus bahasa-bahasa asing.

Karena biaya macet, tidak sampai tamat.

Baca juga: Pria Ini Tolak Ajakan Nikah Majikan Tajir Meski Diberi Mobil Rp10 M: Lebih Mulia Pacari Gadis Miskin

Malahan Aidit pernah ia bekerja sebagai pembuat lubang kancing pada tukang jahit

Resmi menjadi anggota partai komunis pada zaman Jepang.

Perantaranya, Widarta yang terjadi pada Juli 1943, umurnya waktu itu masih 20 tahun.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved