Bangka Pos Hari Ini
Bangka Belitung Zero Kematian Covid-19, Satgas Klaim Penanganan Pandemi Semakin Membaik
Kabar baik disampaikan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19. Pada Jumat (1/10) kemarin kasus harian kematian pasien terpapar virus corona di Bangka
Penulis: Herru Windharko | Editor: fitriadi
Penghuni Isoter Berkurang
Membaiknya kondisi Covid-19 juga berdampak pada menurunnya jumlah pasien Covid-19 yang menghuni tempat isolasi terpusat (isoter) di Asrama Haji Bangka Belitung mengalami penurunan.
Berdasarkan data Kamis (30/9), hanya ada delapan orang menghuni tempat isoter tersebut.
Sementara itu, tempat isoter di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kosong.
Asrama haji dan BLKI merupakan dua tempat isoter yang disediakan oleh Pemprov Babel.
Kedua tempat tersebut berkapasitas 120 tempat tidur dan hanya delapan yang terpakai, sedangkan sisanya sebanyak 112 tempat tidur kosong.
"Walaupun kasus Covid-19 menurun, isoter tetap dilakukan. Tempat isoter yang disediakan pemprov adalah Asrama Haji dan BLKI Tenaga Kerja. Untuk Asrama Haji terisi delapan tempat tidur, sedangkan BLKI masih kosong," kata Mikron.
Lima Tingkat
Terpisah Jubir Satgas Covid-19 Babel Andi Budi Prayitno mengatakan, situasi pandemi Covid-19 saat ini dibagi menjadi lima tingkat mulai dari nol sampai dengan empat
yang menggambarkan kecukupan kapasitas respon sistem kesehatan.
"Seperti kapasitas penemuan kasus, pelacakan kontak, dan perawatan relatif terhadap tingkat transmisi yang terjadi di suatu wilayah atau berkorelasi dengan naik turunnya penularan," jelas Andi kepada Bangka Pos, Jumat (1/10).
Level situasi nol, kata Andi adalah situasi di mana suatu wilayah yang memiliki kapasitas respon memadai dan tidak memiliki kasus sama sekali dan ini yang musti dikejar dan menjadi tujuan bersama.
“Pada level ini daerah atau kawasan tidak memerlukan pemberlakuan upaya kesehatan masyarakat atau pun pembatasan sosial khusus, di luar upaya-upaya kesehatan masyarakat rutin seperti edukasi dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat serta protokol kesehatan," jelasnya.
Sebaliknya, level situasi tertinggi yaitu level situasi empat, yaitu situasi wilayah dengan transmisi komunitas sangat tinggi sedangkan kapasitas respon terbatas.
"Dalam situasi ini, upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial yang ketat perlu diterapkan agar jumlah kasus dapat diturunkan sampai ke level yang dapat ditangani oleh kapasitas sistem kesehatan yang ada," ungkap Andi.
Ia menambahkan, asesmen level situasi pandemi harus dan terus dilakukan minimal setiap satu minggu di tingkat kabupaten/kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211001-masyarakat-mengikuti-vaksinasi-gotong-royong-yang-digelar-pt-timah.jpg)