Kamis, 28 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Nakes Lepar Pongok Tetap Semangat Layani Pasien Meski Insentif Belum Cair

Kalau di sini untuk tenaga kesehatan kami masih semangat, walaupun kita ketahui uang insentif mereka belum bisa dicairkan.

Tayang:
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: fitriadi
TRIBUN LAMPUNG/Deni Saputra
Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid 19 Sinovac tahap kedua kepada pejabat kota Bandar Lampung di Halaman Gedung Pelayanan Satu Atap, Lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Jumat (29/1/2021). Vaksinasi tahap dua di kota Bandar Lampung dilakukan 14 hari setelah tahap pertama dan ditargetkan sebanyak 9.624 vaksin Covid 19 Sinovac untuk pejabat Pemerintah Daerah, anggota DPRD, tenaga kesehatan, TNI dan Polri. TNI Polri dan Pelayan Publik Divaksin Bulan Maret, Masyarakat Umum April hingga Mei 2021(Tribun Lampung/DENI SAPUTRA) 

BANGKAPOS, BANGKA - Lima tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok, Bangka Selatan tetap semangat melayani pasien Covid-19, meski insentif belum dicairkan Pemkab Basel hingga Jumat (1/10). Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Tanjung Labu, Abu Nurmala.

"Kalau di sini untuk tenaga kesehatan kami masih semangat, walaupun kita ketahui uang insentif mereka belum bisa dicairkan. Saya lihat mereka tidak ada lesunya," kata Abu Nurmala, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Diakuinya, nilai insentif tenaga kesehatan yang menangani empat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 selama 14 hari saat menjalani isolasi mandiri mencapai Rp5 juta per orang.

"Jadi per satu Nakes menangani empat pasien positif Covid-19 dibayar Rp5 juta, selama 14 hari masa karantina. Karena di Kecamatan Lepar Pongok ini tidak ada isolasi terpadu jadi mereka mandiri," ucapnya.

Baca juga: Aik Pelempang Jaya Desa Paling Toleran di Bangka Belitung

Ia menjelaskan para Nakes ini bergantian menangani pasien yang menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.

"Mereka ini bergantian untuk menangani pasien yang menjalani isolasi mandiri, selama 14 hari masa pemulihan. Nah setelah selesai penanganan selama 14 hari, empat pasien dibayar Rp5 juta," katanya.

Namun, dirinya tidak mengetahui secara detail berapa jumlah pasien yang ditangani selama pandemi Covid-19 berlangsung.

"Untuk jumlah lupa, ada di sistem lupa memantaunya. Karena ada di sistem semua," jelasnya.

Sebelumnya, Abu Nurmala mengakui yang menjadi kendala insentif Nakes belum cair bukanlah permasalahan berkas.

Namun menurutnya, sistem aplikasi informasi kesehatan, pada saat penguploadan mengalami error atau sedang masa perbaikan.

Baca juga: Uang Rp20 Juta Hangus Terbakar saat Ruko di Koba Dilalap Api

Diketahui, ada lima Nakes di Puskesmas Tanjung Labu, Kecamatan Lepar Pongok, yang belum bisa mencairkan insentif sejak sembilan bulan.

"Sebenarnya sudah kami upload berkas Nakes tersebut, tapi saat Dinas Kesehatan membuka aplikasi itu mengalami error," kata Abu.

1.080 orang

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Basel, Supriyadi mengatakan saat ini ada sekitar 1.080 Nakes yang bertugas di wilayahnya.

"Nakes yang ada di Basel 1.080 orang kurang lebihnya, termasuk di Puskesmas, rumah sakit dan Labkesda. Untuk nilai insentif Nakes per orangnya yang tahu detailnya pihak rumah sakit dan Puskesmas," kata Supriyadi.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved