Penyebab dan Alasan Kenapa Bisa Disambar Petir, Serta Cara Mengatasinya
fenomena banyak petir terjadi itu juga bisa disebabkan oleh kondisi pembalikan arah angin yang disebut moonsun.
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM---Belakangan ini BMKG sering menyampaikan peringatan dini tentang cuaca ekstrem yang melanda di sejumlah wilayah Indonesia.
Satu di antaranya soal potensi wilayah yang mengalami hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
Baru-baru ini peristiwa tragis dialami dua orang penambang pasir timah di Kelapa Kampit, Belitung Timur, Senin (4/10/2021) pukul 13.30 WIB.
Satu orang penambang bernama Saptono (49 ) meninggal dunia sedangkan rekannya bernama Maryono (45) pingsan, dan saat ini sudah dirawat.
Perubahan iklim berupa ketidakstabilan skala besar di atmosfer menyebabkan petir dan guntur sering terjadi
Ketidakstabilan itu dipicu oleh kenaikan suhu dan kelembapan berlebihan yang terjadi, seperti dilansir dari Science Alert
Seorang peneliti petir sekaligus Guru Besar Institut Teknologi Bandung ( ITB), Prof Dr Dipl Ing Ir Reynaldo Zoro mengatakan bahwa dalam proses sirkulasi pertukaran butir air (aerosol) di udara, terjadi tabrakan antara patikel yang naik dan turun.
Baca juga: Buruan, Bank BRI Bagi-bagi Pinjaman Rp 50 Juta Tanpa Jaminan, Bebas Biaya Administrasi
Baca juga: Penambang Timah di Bangka Belitung Meninggal Disambar Petir, Begini Kronologisnya
Maka, terjadi pula pemisahan muatan listrik di mana yang di atas bermuatan listrik positif dan yang di dasar awan memiliki muatan listrik negatif.
"Kalau muatan yang di awan bagian bawah udara banyak, loncat deh ke tanah. Jadilah petir. Jadi udara panas dan lembap itu (adalah) vokal bakal awan petir," kata Zoro kepada Kompas.com, Selasa (7/7/2020).
Selain itu, ternyata fenomena banyak petir terjadi itu juga bisa disebabkan oleh kondisi pembalikan arah angin yang disebut moonsun.
Untuk diketahui, angin moonsun berbalik arah setiap enam bulan, yaitu saat terjadinya peralihan musim.
Arah angin dari daratan Asia di utara ke Australia di selatan akan membawa hujan. Namun, untuk arah sebaliknya akan membawa panas.
"Nah pada waktu angin mau balik itu kan nggak langsung. Jadi, angin tuh nggak jelas, hujan, panas, ini yang disebut pancaroba, banyak penyakit katanya. Nah, di musim pancaroba inilah musim petir," ujar dia.
Baca juga: Tercatat ada 8 Penambang Timah di Bangka Belitung Tewas Disambar Petir, Belasan Lainnya Selamat
Baca juga: Kaya Mendadak Uang Koin Kelapa Sawit Dijual Rp 100 Juta, Kolektor Buka Suara
Sejumlah wilayah di Indonesia saat ini sudah memasuki musim kemarau, dan sebagian lagi masih di musim hujan serta peralihan musim (pancaroba).
Zoro menegaskan, kemungkinan untuk terjadinya fenomena banyak petir juga berlaku di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/14022020_ilustrasi-disambar-petir1.jpg)