Virus Corona di Bangka Belitung
Kasus Covid-19 Mulai Melandai di Babel, Ketua IDI Ingatkan Masyarakat Jangan Lengah
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bangka Belitung (Babel) sekaligus Dokter Spesialis Ahli Bedah, dr Adi Sucipto, Sp B mengingatkan agar mas
Penulis: Cici Nasya Nita |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bangka Belitung (Babel) sekaligus Dokter Spesialis Ahli Bedah, dr Adi Sucipto, Sp B mengingatkan agar masyarakat tak lengah, walaupun Kasus Covid-19 di Babel mulai melandai.
"Walaupun kondisi seperti ini, kita tetap waspada hingga landai jangka panjnang. Tetap ya prorokol kesehatan diterapkan ketika beraktivitas, kemudian vaksinasi itu harus terus jalan, untuk membentuk herd immunity," ujar dr Adi, Selasa (5/10/2021).
Dia menyebutkan upaya melawan Covid-19 itu memang harus diterapkan, pasalnya untuk mengantisipasi agar tidak ada gelombang baru dalam Kasus Covid-19.
"Jadi asumsi terkait gelombang ketiga, sampai saat ini kita tidak melihat adanya tanda-tanda itu, semoga saja tidak ada," kata dr Adi.
Diakuinya, penurunan kasus ini terjadi karena faktor kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan cukup tinggi.
"Kasus melandai ini, kesadaran masyarakat sudah tinggi, sudah mengerti, terbukti mereka mau divaksin dan prokes tetap jalan sehingga kita sekarang banyak kasus ringan hingga angka kematian nihil," katanya.
Sementara, Ahli Epidemiologi sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo mengaku kasus Covid-19 melandai ini, satu diantara karena masif vaksinasi yang dilakukan.
"Penurunan kasus ini iya salah satunya karena vaksinasi, dengan adanya vaksinasi akan mengurangi angka kesakitan dan kematian sehingga angka penularan berturun," katanya.
Menurutnya, mobilitas yang dilakukan masyarakat perlu diiringi dengan protokol kesehatan sehingga kondisi kasus menurun hingga hilang bisa tercapai.
"Mengenai mobilitas, kita juga terus membatasi arus keluar masuk ke pulau Bangka dan Belitung, di pintu masuk sesuai dengan SOP. Serta ada pemeriksaan genom baru untuk mengetahui dan mengantisipasi adanya varian-varian baru," katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilus-virus-corona.jpg)