Rabu, 15 April 2026

Advertorial

Cinta Dengan Wastra Indonesia, Nina Ingin Kain Cual Mendunia

Di Provinsi Bangka Belitung misalnya, terdapat kain tradisional yang disebut kain tenun cual yang kaya akan motif dan makna filosofis.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Nina Sarjulianto Pemilik Rumah Produksi Tenun Cual bersama Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi saat peresmian rumah produksi tenun cual, Rabu (6/10/2021) siang. 

Setelah itu, baru-baru ini dia kembali berinovasi dan memutuskan untuk memproduksi massal dengan menggunakan ATBM.

“Saat ini dalam bentuk ATBM, karena ini lebih mudah jika dibandingkan bentuk songket. Maka dari itu kami mengembangkannya,” sebutnya.

Baca juga: Melati Ajak Kenali Proses Pembuatan Tenun Cual Khas Babel

Baca juga: Cual Muntok Karya Kelompok Tenun Bunda Cempaka Tak Kalah Mempesona, Merah Hati Jadi Ciri Khas

Setidaknya, sejak tahun 2000 berkecimpung di bisnis kain cual, Nina sudah menciptakan beberapa motif. Pertama motif lebah pelawan atau lebah madu pelawan dan motif bunga ketuyut atau kantong semar.

Bahkan kedua motif tersebut sudah dipatenkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Motif tersebut sudah ada sertifikat merek dagang dengan Hak Kekayaan Intelektual (Haki-red),” ungkap Nina.

Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi saat melihat proses pembuatan kain tenun cual di rumah produksi tenun Galeri Destiani, Rabu (6/10/2021) siang.
Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi saat melihat proses pembuatan kain tenun cual di rumah produksi tenun Galeri Destiani, Rabu (6/10/2021) siang. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Kembangkan dalam Bentuk Sarung

Menurut Nina Sarjulianto, saat ini dirinya juga tengah mengembangkan beberapa variasi kain cual dengan memakai bahan katun hingga sutra.

Malahan dengan menggunakan teknik yang berbeda seperti rajut dan sulam.

“Jadi variasinya bisa banyak sekali. Kita juga saat ini sedang membuat sarung untuk salat, karena itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas,” ujar istri Sarjulianto ini.

Sedangkan untuk pasar kain cual miliknya, dia berujar, kini telah sampai ke kancah nasional. Malahan beberapa instansi pemerintah, kementerian maupun lembaga sudah banyak yang menggunakan kain cualnya untuk aktivitas sehari-hari.

Untuk itu, Nina betul-betul mengutamakan kualitas produknya dan jahitan. Sebab menurutnya, kain sederhana jika dijahit dengan bagus akan menjadi keren.

Sebaliknya jika kain mahal dijahit tidak sempurna maka akan hancur. Oleh sebab itu, harus banyak detail yang harus dipelajari baik itu jahitan, kualitas produk dan pemasarannya.

“Kita nanti juga akan buat segmennya, misalnya khusus anak sekolah yang bisa dijangkau, kemudian menengah ke atas hingga premium,” ungkap dia.

Pengerajin kain tenun cual
Pengerajin kain tenun cual (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Hasilkan Belasan Meter Kain Tenun Cual Per hari

Nina mengatakan, dalam sehari rumah produksinya dapat menghasilkan sekitar 14 meter kain tenun cual per harinya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved