Breaking News:

Berita Kriminalitas

Tak Terima Teguran dan Tantangan Tetangga, Adi Naik Pitam Hingga Golok 'Berbicara'

Tak terima dengan teguran sekaligus tantangan sang tetangga, membuat Alhadi alias Adi gelap mata.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Jalannya sidang kasus penganiayaan Ashadi alias Adi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tidak terima dengan teguran sekaligus tantangan sang tetangga, membuat Alhadi alias Adi gelap mata.

Rabu 9 Juni 2021 lalu , Cahyadi Ferdyan, warga jalan Gang Advokad, Kelurahan Gajah Mada, tersungkur bersimbah darah, usai terkena sabetan golok Adi.

Cahyadi, kemudian dilarikan warga setempat ke rumah sakit terdekat.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) peristiwa berdarah tersebut bermula saat terdakwa Adi, sedang mengajari anaknya Kalis menulis dan mengeja huruf.

Kemudian dia menyuruh tidur sambil menepuk karpet yang ada dilantai bawah dengan menggunakan telapak tangan sebelah kanan berkali-kali sambil berkata,’’Kalis jangan nakal, jangan bandel kalo diomongin orangtua, jangan ngeyel ya.’’

Perkataan tersebut ternyata membuat Kalis menangis sehingga memicu reaksi korban Cahyadi Ferdyan, yang kemudian berkata, " Kalo mau cari musuh keluar," tantang Cahyadi.

"Keluar ka, ngape ka melasa anak k (keluar kamu, kenapa kamu memukul anak kamu)’’

’’Ku dak de melasa anak ku (saya tidak ada memukul anak saya),’’ jawab terdakwa.

Dan ku dak nek cari rebut,ku cari makan disini (saya tidak mau cari rebut, saya disini mau cari makan)’’ tambah terdakwa.

Lantaran terus ditantang, terdakwa pun naik pitam dan masuk kedalam rumah kontrakan dan mengambil 1 golok bergagang kayu.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved