Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Radmida Klaim Kondisi BPRS Babel Kian Membaik, Meski Dirundung Dua Kasus Korupsi

Saksi Radmida Dawam menegaskan dirinya tidak ada sangkut paut terkait perkara korupsi BPRS Bangka Belitung cabang Toboali yang menyeret Effriansyah

Penulis: Antoni Ramli | Editor: khamelia
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Sekda Pangkalpinang Radmida Dawan, bersaksi atas perkara korupsi, BPRS Bangka Belitung, Cabang Toboali dengan terdakwa Effriansyah, selaku mantan pemimpin BPRS cabang Toboali dan Nazwien Nadjamuddin alias Nazwin Fachrozie alias Nazwin selaku debitur, di ruang Garuda Pengadilan Negeri PHI/Tipikor Negeri Kelas 1A, Jumat (8/10/2021) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Saksi Radmida Dawam menegaskan dirinya tidak ada sangkut paut terkait perkara korupsi BPRS Bangka Belitung cabang Toboali yang menyeret Effriansyah, mantan pimpinan BPRS cabang Toboali dan Debitur, Nazwien Nadjamuddin alias Nazwin.

Perempuan yang menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) kota Pangkalpinang itu menyebut kedatangan dirinya ke Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Negeri Kelas 1A, Jumat (8/10/2021) sore tadi, hanya sebatas dimintai keterangan.

Terlebih kata Radmida, penyimpangan pembiayaan tersebut terjadi sudah sejak kurun waktu 2008 silam.

"Saya belum jadi komisaris, karena  itu kejadian itu sudah lama, puluhan tahun yang lalu, makanya hari ini saya hanya dimintai keterangan saja," kata Radmida seraya menuju mobil Toyota Rush yang ditumpanginya, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Bikin Nyesek! Ini Alasan LD Menipu Pedagang UMKM, Berlagak Jadi Karyawan PT Timah

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang tercatat sebagai pemilik saham terbanyak di bank BPRS Babel, yakni dengan penyertaan modal mencapai Rp 5 miliar.

Namun, ketika disinggung apakah Pemkot Pangkalpinang masih akan  memberikan penyertaan modal, pasca perkara korupsi di PT BPRS, Radmida menyebut belum mengetahuinya.

"Kalau penyertaan modal kedepan belum tahu, kalau sebelum -sebelum ini memang ada terus tiap tahunnya, kalau kedepan belum tahu apalagi Pangkalpinang belum  ada duit. Akan tetapi perda memang seharusnya memberikan perhatian," kata Radmida.

Kendati dirundung persoalan bertubi tubi, mulai dari perkara Korupsi BPRS cabang Muntok, BPRS cabang Toboali, namun Radmida mengklaim, saat ini kondisi BPRS justru semakin membaik.

"Sekarang BPRSnya kan sudah mulai bagus, cuma disertai modal atau tidaknya belum tau nanti kalau ada duitnya, tapi sampai sekarang kayaknya belum ada," pungkas Radmida.

Kerap Berperkara, Hakim Sarankan BPRS Tingkatkan Pengawasan

Ketua majelis Hakim, Iwan Gunawan, menyarankan supaya komisaris serta direksi PT BPRS memperketat pengawasan.

Pasalnya, kata Iwan, motif serta modus operandi dua kasus korupsi di PT BPRS Babel sama. Baik BPRS Cabang Muntok maupun BPRS Cabang Toboali.

Dimana objek aset yang diagunkan tidak sesuai dengan nilai agunan. Bahkan, mirisnya lagi debitur dan aset yang diagunkan fiktif.

"Sudah dua BPRS, Toboali dan Muntok yang saya periksa dan adili,
modusnya sama, pengawasannya kurang, ada yang fiktif agunan tidak sesuai, ini masukannya itu penyakitnya BPRS ini," kata Iwan.

(Bangkapos.com/ Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved