Breaking News:

Erzaldi Rosman

Gubernur Erzaldi Rosman Usul BPH Migas Tambah Kuota BBM ke Pulau Belitung

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite yang kerap terjadi di Pulau Belitung, menginisasi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel)

Penulis: tidakada004 | Editor: fitriadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite yang kerap terjadi di Pulau Belitung jadi perhatian Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman.

Erzaldi menemui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk meminta usulan tambahan kuota BBM untuk Belitung.

Gubernur Erzaldi yang diterima langsung oleh Kepala BPH Migas Erika Retnowati saat itu menjelaskan, bahwa kelangkaan BBM jenis petralite di Pulau Belitung imbas dari kenaikan harga timah yang meroket, sehingga banyak masyarakat beralih profesi menjadi penambang rakyat.

Ia tak menampik pandemi ini berdampak pada melemahnya ekonomi sehingga banyak yang lari ke tambang timah inkonvensional.

Permintaan pasar global dan harga timah yang tinggi, maka sesuai hukum pasar permintaan, BBM ditingkat pengecer akan tinggi.

"Menimbang hal tersebut, saya meminta BPH Migas untuk menambah kuota BBM khususnya petralite untuk Pulau Belitung," papar Gubernur Erzaldi Rosman di gedung BPH Migas, Jakarta Senin (11/10/2021).

Baca juga: Ngopi Bareng, Gubernur Erzaldi Dorong Pimpinan BRI Fasilitasi Event Wisata Babel

Hingga kini tangki cadangan Pertamina untuk Babel hanya bermuatan untuk kebutuhan 3 hari, sehingga apabila kuota sudah menipis, pihak Pertamina akan melakukan pembatasan yang membuat antrean di SPBU semakin panjang.

"Dengan pemakaian petralite bahkan pertamax yang masif untuk pertambangan, yang membuat menipisnya pasokan, sehingga terjadi kenaikan harga ditingkat pengecer berimbas kenaikan harga barang pokok di wilayah tersebut," ungkapnya.

Selain menyebut kelangkaan BBM di wilayahnya, Gubernur Erzaldi mendorong BPH Migas untuk mendirikan SPBU nelayan, dibeberapa pulau kecil yang notabenenya akivitas penduduknya adalah nelayan.

"Dengan harapan keberadaan SPBU nelayan ini bisa menekan biaya operasional nelayan, sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para nelayan,” pungkas Gubernur Erzaldi. (*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved