Horizzon

Dua Jet Mewah Kencan di TJQ

Sayangnya, dugaan bahwa dua jet pribadi tersebut ditumpangi oleh taipan yang ingin berwisata ini hanya bagian kecil dari banyak dugaan lain

Editor: suhendri
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP 

ADA pemandangan tak lazim saat mendarat di Bandar Udara HAS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Belitung, akhir pekan lalu. Dua private jet tampak terparkir di bandara kecil berstatus bandar udara internasional ini.

Satu jet jenis Gulfstream dengan mesin jet warna hijau gelap mentereng di sudut bandara. Tak jauh dari pesawat tersebut, terparkir rapi pesawat jet dengan ukuran lebih kecil dengan dua mesin propeller berjenis King Air.

Melihat dua jet mewah yang seolah-olah tengah kencan di Tanjungpandan ini, yang pertama kali terbesit di pikiran adalah situasi pariwisata di Belitung yang kembali bergeliat. Apalagi, pesawat reguler dengan jalur Bangka ke Belitung, okupansinya juga boleh dibilang cukup menggembirakan.

Nyaris tak ada kursi kosong di hampir semua penerbangan dengan tujuan Belitung maupun keluar Belitung. Semua penerbangan penuh sehingga di aplikasi tiket online, harganya terkonversi positif.

Pariwisata di Belitung akan berangsur-angsur pulih. Itulah kesimpulan awal ketika melihat dua jet pribadi parkir di Bandar Udara HAS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, akhir pekan lalu.

Kita berpikir, dua jet mewah itu adalah taipan berduit yang sengaja ingin berlibur ke Belitung menggunakan pesawat pribadi, atau setidaknya carter. Bisa jadi, mereka adalah orang-orang berduit yang malas berdesakan di dalam pesawat yang memang mulai penuh dan ingin melihat keindahan Belitung.

Atau dalam pikiran yang lebih liar bin hiperbolis, mereka adalah wisatawan yang tak kebagian tiket pesawat dan memilih untuk menyewa pesawat pribadi hanya ingin sekadar untuk mengobati kerinduan atas keindahan Belitung yang nyata-nyata tak terbantahkan.

Wow, jika pikiran tersebut benar, ini tanda-tanda positif atas bangkitnya industri pariwisata Belitung. Dua tahun pandemi, di mana kita semua tersandera akan menciptakan peluang luar biasa untuk kesejahteraan publik Belitung.

Mindset masyarakat Belitung yang ingin mempertahankan keindahan laut mereka tak sia-sia. Ketekunan, keteguhan, dan ketabahan mereka memelihara keindahan alam, utamanya laut yang mereka upayakan selama ini akan segera menuai hasil.

Sayangnya, dugaan bahwa dua jet pribadi tersebut ditumpangi oleh taipan yang ingin berwisata ini hanya bagian kecil dari banyak dugaan lain. Bahkan bisa jadi berkencannya dua jet mewah di Tanjungpandan akhir pekan lalu justru bertolak belakang dengan analisis di atas.

Bisa jadi, dua jet pribadi yang siang itu datang ke Belitung, para penumpangnya adalah orang kuat yang melihat Belitung dari sisi lain. Kita tahu, selain keindahan alam yang eloknya tak terbantahkan, laut Belitung adalah gudang dari cadangan mineral yang hingga saat ini belum tersentuh.

Bisa jadi, dua pesawat pribadi yang parkir di Bandar Udara HAS Hanandjoeddin tersebut adalah mereka yang tengah serius ingin memecahkan kebuntuan terkait dengan eksplorasi 'mineral' yang menjadi magnet lain dari kemolekan Belitung.

Secara prinsip, sesungguhnya apapun kepentingan dua penumpang jet yang parkir di TJQ tersebut hanya menegaskan bagaimana posisi Belitung yang memang strategis. Apalagi jarak Belitung dengan pusat kekuasaan sekaligus pusat ekonomi di Jakarta yang hanya 45 menit menjadikan Belitung benar-benar luar biasa.

Yang menjadi urgen adalah apapun kepentingan orang-orang hebat yang datang ke Belitung, baik yang menggunakan jet pribadi akhir pekan lalu atau yang lainnya haruslah menjadikan masyarakat Belitung menjadi prioritas utama.

Pariwisata yang memiliki mazhab konservasi dan pertambangan yang bermazhab eksplorasi harus sama-sama menjadikan masa depan Belitung dan masyarakat Belitung menjadi prioritas utama.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved