Rabu, 15 April 2026

Berita Pangkalpinang

KKN Mahasiswa-mahasiswi IAIN SAS Babel di Desa Romadhon, Lakukan Pengelolaan Kompos dan Biogas  

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa-mahasiswi IAIN SAS Babel dilaksanakan di Desa Romadhon, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (16/1

Penulis: Riki Pratama |
istimewa
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN SAS Babel melakukan kunjungan kerja ke Desa Romadhon, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (16/10/2021).(IST/Fitri) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa-mahasiswi IAIN SAS Babel dilaksanakan di Desa Romadhon, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (16/10/2021). Mereka yang melakukan KKN yakni Safitri, Wirdahayu, Sri Romadayani, Fera Feriska dan Elsa.

Kelima mahasiswa ini melakukan kunjungan ke rumah warga yang bernama Kacung. Kedatangan mahasiswa ini disambut hangat oleh pensiunan karyawan PT Timah ini.

Mahasiswa ini mengkaji lebih dalam mengenai pengelolaan kompos dan biogas yang mana pada saat ini hampir tidak beroperasi lagi di desa ramah senyuman atau lebih dikenal pada sebutan desa romadhon.

Kemudian mahasiswa KKN mempunyai inisiatif untuk mengembangkan kompos dan biogas guna memajukan perekonomian desa tersebut. 

Dalam kesempatan itu, Kacung menjelaskan perihal tentang bagaimana cara mengelola kotoran sapi, air kencing sapi dan janjang sawit untuk dijadikan kompos serta biogas. 

Bukan hanya itu, Kacung juga menawarkan waktu luangnya kepada mahasiswa KKN untuk melakukan melakukan pelatihan biogas tersebut.

Kacung mengatakan, kotoran sapi merupakan limbah alami hewan peliharaan. Sampah akan memiliki nilai finansial yang tinggi jika ditangani secara benar, antara lain memanfaatkan kompos hewan sebagai bahan pembuatan biogas, pupuk kandang yang kuat dan kompos cair.

"Pedoman penanganan biogas adalah pembusukan anaerobik bahan alam tertutup dari udara bebas, untuk menghasilkan gas yang umumnya metana (CH4) yang memiliki sifat mudah terbakar dan CO2, gas ini disebut biogas," kata Kacung kepada mahasiwa KKN, dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Minggu (17/10/2021).

Dia menambahkan, ukuran peluruhan anaerobik dibantu oleh berbagai mikroorganisme, terutama mikroba metana. Struktur dasar dalam perakitan biogas adalah reaktor sebagai tempat respon senyawa dari kompos sapi. Terjadi untuk mendapatkan gas metana (CH4) dan untuk mewajibkan gas metana yang muncul karena penguraian bahan alam oleh mikroorganisme.

"Penerapan biogas ini sebelumnya sudah diterapkan namun, dari masyarakatnya tidak dikembangkan lagi sehingga biogas ini tidak berjalan lancar sebagaimana mestinya," katanya.

Ia mengatakan, manfaat limbah kotoran ternak sapi sebagai sumber pupuk organik ramah lingkungan yakni mengandung hormon dan vitamin bagi semua jenis tanaman. Menghemat biaya kelola limbah, mengurangi polusi udara serta memiliki nilai jual yang ekonomis sesuai budget dana masyarakat. 

Sementara itu, mahasiswa IAIN SAS Babel, Safitri, mengatakan pelatihan pembuatan biogas dan kompos ini merupakan proker unggulan mahasiswa KKN, yang bertujuan guna untuk menghemat ekonomi masyarakat di Desa Romadhon.

"Kami sangat berantusiasme dalam belajar pembuatan biogas, bukan hanya belajar pembuatan biogas saja namun kami juga mendapatkan berbagai ilmu yang bermanfaat dari bapak Kacung. Mulai dari cara pembuatan biogas pembuatan pupuk kandang pembuatan pupuk dari serbuk kelapa dan masih banyak lagi yang kami dapatkan, hal ini membuat kami bersemngat untuk mempraktekan langsung cara pembuatan biogas dan lain lainnya," ujar Safitri.

Para mahasiswa, kata Safitri sangat senang dapat belajar langsung dengan warga tentang pengelolaan kompos dan biogas, kemudian dalam waktu dekat ini akan mempratekkan langsung cara pengelolaan kompos dan biogas tersebut. (Bangkapos.com/Rilis/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved