Cara Mendamaikan Anak Tidak Akur, Buya Yahya Sarankan Orangtua Lakukan Ini
Buya Yahya memberikan tips atau cara mendamaikan dua anak yang tidak akur, tidak bertegur sapa atau bermusuhan.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dalam kehidupan keluarga, tidak jarang ada permusuhan di antara anak-anak.
Fenomena ini sering kita tamukan di saat orangtua masih memiliki anak yang kecil-kecil.
Anak tidak akur di kalan masih kecil mungkin lumrah, tapi bagaimana jika kejadian itu saat usia anak sudah remaja atau dewasa?
Tentu saja orangtua bertanggung jawab mendamaikan anak-anaknya yang bertengkar, bermusuhan sampai tidak saling tegur untuk jangka waktu lama.
Dalam tayangan video di chanel Youtube Al-Bahjah TV, terungkap keluhan orangtua yang anaknya tidak saling sapa di usia yang sudah remaja.
Keluhan itu disampaikan seorang jemaah kepada Buya Yahya.
Jemaah tersebut mengungkapkan dirinya memiliki 2 orang putra terdiri dari 1 orang berusia 15 tahun dan satu lagi 17 tahun.
Kedua anaknya sudah tidak akur dalam waktu cukup lama, sekitar 1 tahun. Tidak akur ditandai dengan keduanya tidak saling bertegur sapa.
Baca juga: Ini Amalan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Dianjurkan Buya Yahya, di Antaranya Shalawat 300 Kali
Baca juga: Amalan Ringan tapi Manfaatnya Besar, Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Dahsyatnya Istighfar
Jemaah tersebut tidak tahu apa penyebabnya. Berbagai cara sudah dilakukan untuk mendamaikan keduanya, tapi belum berhasil.
Sampai-sampai dirinya bersedekah dan membiayai sekolah anak orang lain.
Dia juga sudah minta maaf kepada anak-anaknya.
Dia sangat sedih dan takut di akhirat nanti dimintai pertanggungjawaban karena gagal mendidiknya.
Atas keluhan dan pertanyaan jemaah itu, Buya Yahya memberikan saran. Apa saran dari Buya?
Buya Yahya menuturkan, kadang hal semacam itu bukan karena adanya permusuhan, tapi karena ada sesuatu misalnya terlanjur canggung untuk memulai tidak bisa. Bukan karena kebencian.
"Banyak kita ada menemukan seperti itu, tapi semuanya tidak ada tidak ada kebencian. Buktinya, di saat mereka sama-sama punya anak itu diam, sama keponakannya juga baik dan seterusnya. Insya Allah tidak karena kebencian," kata Buya Yahya.
Buya Yahya menyarankan jemaah tersebut selaku orangtua berupaya memisahkan sementara kedua anaknya. Misalnya, 1 anak mondok di pesantren.
"Pisah sementara, karena dengan perpisahan akan ada kerinduan," kata Buya Yahya. ( Bangkapos.com / Fitriadi )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/26042020_buya-yahya.jpg)