Breaking News:

Berita Pangkalpinang

DPRD Babel Minta TAPD Pangkas Belanja Pegawai non Prioritas Pada APBD 2022, Ini Penyebabnya

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Babel membahas Rancangan APBD 2022

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Dok
Herman Suhadi, Ketua DPRD Babel. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Babel membahas Rancangan APBD 2022 di Ruang Badan Anggaran (Banggar), Senin (1/11/2021).

Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi mengatakan rapat ini menindaklanjuti penyampaian RAPBD 2022. Politi PDI Perjuangan ini mengatakan pembahasan tersebut guna melihat postur anggaran baik pendapatan dan belanja. 

Katanya, ada defisit keuangan daerah dalam RAPBD 2022 mencapai Rp500 miliar lebih berdasarkan gambaran umum target pendapat sebesar Rp1,9 Triliun dan anggaran belanjar Rp2,4 Triliun.

"Setelah kita lihat, defisitnya terlalu besar, 500 sekian miliar, dan ini tidak mungkin bisa kita jalankan dengan defisit sebesar itu karena postur keuangannya tidak sehat," ujar Herman.

Herman juga menyebutkan, anggaran Pemprov Babel bisa dijalankan jika defisit hanya sekitar 3 persen. Oleh sebab itu, DPRD meminta eksekutif dapat memperkecil defisit tersebut.

TAPD Pemprov Babel diminta agar bisa melakukan pemangkasan kegiatan yang dinilai non prioritas dari anggaran pegawai. Misalnya saja kegiatan-kegiatan seremonial kepegawaian. 

"Jangan belanja publik, karena itu untuk masyarakat. Kita minta perkecil dari belanja pegawai yang bukan prioritas," katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
 

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved