Kamis, 7 Mei 2026

Inilah Gobog dan Kepeng, Uang Kuno Majapahit di Tengah Hebohnya Uang Koin yang Dijual Mahal Saat Ini

Bukan sekadar uang koin kuno, ada sejumlah catatan sejarah majapahit dan Indonesia di balik gobog dan kepeng, kamu mengoleksinya?

Tayang:
Editor: Dedy Qurniawan
Wikimedia Commons
Foto uang gobog dalam Museum Nasional Jakarta. 

BANGKAPOS.COM - Di tengah hebohnya sejumlah uang koin seperti kepingan uang Rp1000 gambar kelapa sawit, Rp500 gambar melati, dan Rp100 gambar rumah gadang yang dijual dengan harga mahal saat ini, tak ada salahnya kita mengenal uang kuno zaman majapahit yang pernah ada di Indonesia saat ini.

Uang kuno zaman majapahit itu adalah gobog dan kepeng.

Bukan sekadar uang koin kuno, ada sejumlah catatan sejarah majapahit dan Indonesia di balik gobog dan kepeng.

Ya, tak ada yang asing dengan rupiah sebagai mata uang resmi Republik Indonesia.

Namun, di masa lampau, kepeng dan gobog adalah mata uang yang cukup masif tersebar di seluruh Nusantara, bahkan Asia Tenggara.

Kepeng merupakan mata uang berbentuk logam yang dibawa oleh para pedagang Cina, tersebar luas hampir ke seluruh pelosok Nusantara.

Kepeng menjadi alat tukar resmi untuk perdagangan di Nusantara kala itu.

"Majapahit sebagai imperium yang berkuasa saat itu, mengeluarkan mata uang yang dinamai gobog.

Mata uang yang pada akhirnya muncul menggantikan mata uang kepeng adalah mata uang yang

bernama gobog," tulis Hutomo.

Baca juga: Video Baru Gisel dan Wijin di Atas Kasur Disebar, Ujung Baju Tidur Diikat di Perut Saat Bergoyang

Baca juga: Buruan Bank BRI Bagi-bagi Pinjaman Rp 50 Juta Tanpa Jaminan, Bebas Biaya Administrasi, Syaratnya?

Hutomo Putera dalam skripsinya, menjelaskan tentang gobog yang populer di Nusantara sebagai mata uang Majapahit.

Skripsinya berjudul Pola Keletakan Ragam Hias Pada Mata Uang Koin Masa Klasik: Koleksi Museum Nasional, tahun 2011.

"Kesamaan tersebut diperkirakan karena masyarakat Majapahit pada saat itu, memiliki hubungan dan

interaksi yang sangat erat dengan pedagang-pedagang Cina yang masuk atau datang ke Nusantara," tambahnya.

Saat melakukan kontak dagang dengan masyarakat setempat, orang-orang Cina tersebut menggunakan mata uang lokal yang dibawa dari Negaranya dan juga berasal dari berbagai Dinasti, yang mereka sebut dengan kepeng.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved