Jumat, 8 Mei 2026

Pantas Mumi Firaun Tutankhamun 'Abadi' hingga Ribuan Tahun, Ternyata Ini Rahasianya

Firaun Tutankhamen ditemukan tewas pada tahun 1323 SM, kemudian cepat-cepat dibalsem dan dimakamkan.

Tayang:
Editor: Evan Saputra
UNIVERSITAS CAIRO
Ilustrasi mumi. Ekspresi ketakutan mumi berusia 3.000 tahun ini berhasil terungkap 

Pantas Mumi Firaun Tutankhamun 'Abadi' hingga Ribuan Tahun, Ternyata Ini Rahasianya

BANGKAPOS.COM - Salah di antara penemuan fenomenal terjadi pada 16 Februari 1923.

Pada tahun itu, arkeolog membuka makam firaun Tutankhamun di Mesir oleh arkeolog Howard Carter.

Tutankhamun adalah Firaun dari Dinasti Kedelapanbelas Mesir, pada masa yang disebut Kerajaan Baru Mesir.

Firaun Tutankhamen ditemukan tewas pada tahun 1323 SM, kemudian cepat-cepat dibalsem dan dimakamkan.

Makam firaun Tutankhamun menjadi makam kerajaan terawetkan terbaik yang pernah ditemukan.

Baca juga: Durasinya Cuma 13 Detik, Video Gisel Goyang Mama Muda ini Berbaju Pendek Ditonton 31,4 Juta Kali

Baca juga: Intip Potret Lawas Astrid Kuya Bak Nona Belanda, Kini Jadi Istri Artis Tajir

Carter membuka sarkofagus Tutankhamun pada Februari 1924, memperlihatkan mumi firaun untuk pertama kalinya.

Apa yang membuat mumi raja-raja Mesir, seperti firaun Tutankhamun, awet selama ribuan tahun?

Para ilmuwan telah mengungkap formula pembalseman Mesir kuno yang asli, yang pertama kali digunakan untuk mengawetkan mayat, setelah pemeriksaan mumi.

Serangkaian tes kimia forensik yang dilakukan pada mumi yang berasal dari 3.700-3.500 SM mengungkapkan formula dan menegaskan bahwa itu dikembangkan jauh lebih awal dan digunakan lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Museum Mesir di Turin, Italia, sekarang menjadi rumah bagi mumi yang dimaksud.

Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science.

Dr Stephen Buckley, seorang arkeolog dari University of York, mengatakan kepada BBC News bahwa mumi ini "secara harfiah mewujudkan pembalseman yang merupakan jantung mumifikasi Mesir selama 4.000 tahun".

Melansir BBC News (16 Agustus 2018), Dr Buckley dan rekan-rekannya mengerjakan "sidik jari" kimia dari setiap bahan, meskipun setiap elemen bisa berasal dari sejumlah sumber.

Jadi formula dasarnya adalah:

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved