Senin, 25 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Warga di Kampung-kampung Ini Waswas Jika Hujan Deras

Sejumlah titik wilayah di Kota Sungaliat, Kabupaten Bangka, tergenang air, Senin (1/1).

Tayang:
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: fitriadi
(Ist/Dok. Warga Sekitar)
Banjir di sejumlah titik di Kota Sungailiat, Bangka, Senin (1/10/2021) 

"Beberapa waktu lalu, dari BMKG juga sudah sempat memberi tahu jika selama dua bulan ke depan diperkirakan cuaca akan cukup ekstrem, karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati," kata Nursi.

Ia juga meminta masyarakat untuk tak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam selokan.

Menurutnya, alangkah lebih baiknya jika masyarakat memilah-milah sampah rumah tangga, karena bisa saja masih ada yang dapat digunakan dan didaur ulang.

"Selain karena berada di dataran rendah, banjir yang terjadi di sejumlah lokasi di Kota Sungailiat hari ini adalah karena adanya penyumbatan di saluran air. Bahkan ada ditemukan batang pisang dan sampah-sampah yang berukuran besar sehingga membuat selokan tersebut mampet," tegasnya.

Baca juga: Anak 6-11 Tahun Aman Disuntik Vaksin Covid-19, BPOM Sudah Beri Izin, IDAI Segera Bikin Rekomendasi

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk menebang pohon-pohon yang sekiranya sudah berumur tua dan tidak kokoh lagi.

"Sebagai antisipasi saja, takut ada angin besar dan pohon tersebut tumbang menimpa bangunan ataupun orang," ujarnya.

Selain itu, penebangan pohon yang sudah tua juga dilakukan untuk menata lahan sehingga bisa ditanami dengan bibit pohon yang masih baru.

"Kita ada tiga regu reaksi cepat yang biasanya piket bergantian untuk siaga. Namun, kalau memang dalam situasi darurat, kami akan turunkan ketiganya untuk siaga di lapangan," pungkasnya.

Tersapu Gelombang Air

Gerobak kaca milik rumah makan nasi padang Cahaya Minang yang terletak di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Sungailiat, Kabupaten Bangka, rusak cukup parah, usai disapu gelombang genangan air, di depan kawasan ini, Senin (1/11).

"Mobil-mobil yang lewat membuat gelombang air, yang menghantam etalase, sehingga jadi hancur," kata Agus (49), pengelola rumah makan tersebut.

Dari pantauan, terlihat salah satu etalase sudah dalam kondisi hancur dengan pecahan kaca yang sudah berserakan.

"Padahal (etalase-red) sudah saya ikat dengan tali, tapi tetap saja hancur karena enggak kuat nahan gelombang air," ucap Agus.

Baca juga: BERUBAH Lagi, Ini Syarat Terbaru Naik Pesawat di Jawa-Bali Tak Perlu PCR Cukup Pakai Antigen

Diakuinya, lauk pauk yang baru saja matang juga habis tersapu oleh genangan air setinggi paha orang dewasa tersebut.

"Habis semua lauk pauk, ayam, dan segala macem, cuma sisa nasi dan tahu tempe. Kalau ditotal perkiraan kerugian sekitar Rp1,6 juta lah. Ini pun beberapa hari ke depan pasti belum bisa jualan dulu," tuturnya.

Sumber: bangkapos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved