Breaking News:

Berita Bangka Barat

Harga Minyak Goreng Melambung Tinggi, Tim Gabungan Sidak ke Distributor dan Pasar Muntok

Tim gabungan melakukan sidak ke distributor dan sejumlah pedagang di Pasar Muntok, Bangka Barat, terkait adanya kenaikan harga minyak goreng.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
Tim gabungan melakukan sidak di Pasar Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (5/11/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke distributor dan sejumlah pedagang di Pasar Muntok, Kabupaten Bangka Barat, terkait adanya kenaikan harga minyak goreng.

Tim yang terdiri dari Polres Bangka Barat, Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Bangka Barat, dan Sat Pol PP Bangka Barat, melakukan sidak dikarenakan dalam tiga hari terakhir terjadi kenaikan dari harga Rp17 ribu menjadi Rp19 ribu per liter.

Satu di antara pedagang, Mila mengatakan kenaikan untuk harga minyak goreng sudah terjadi dalam tiga hari terakhir.

"Kalau pembeli masih sama, karena minyak goreng ini pasti harus wajib dibeli untuk masak. Udah tiga hari ini naik, susah juga kalau kami nentuin harga ya tergantung harga dari distributor," ujar Mila, Jumat (5/11/2021).

Menanggapi hal tersebut Kapolres Bangka Barat, AKBP Agus Siswanto mengungkapkan terkait kenaikan bukanlah disebabkan para pedagang yang sengaja menaikkan harga.

"Setelah saya cek dari pasar sampai ke distributor stok ada, namun harga naik dari perusahaan. Ini akan ditindaklanjuti oleh tim, dimana permasalahannya apakah masih dalam batas wajar atau enggak," ujar AKBP Agus Siswanto.

Selain itu AKBP Agus Siswanto mengatakan dugaan kenaikan harga, juga disebabkan adanya kenaikan harga sawit yang juga mengalami kenaikan.

"Untuk harga normal itu sekitar Rp 15 ribu, dari hasil kita melakukan pengecekan hari ini kita dapati ada kenaikan pada minyak ya. Kenaikan itu berangsur-angsur naik, rata-rata berkisaran dua ribuan dalam kurun waktu pertiga bulan," ucapnya.

"Nanti kita koordinasi dengan Disperindag untuk masalah suplai, kalau naik masih wajar kita kira tidak masalah. Kalau untuk bahan pokok lainnya ada yang turun malahan, bawang turun, kemudian cabai, dan lain-lainnya," tambahnya.

Sementara itu Pemilik gudang, Candra yang berada di Kampung Sawah, Kecamatan Muntok, Candra yang kerap memasok minyak goreng mengatakan kenaikan sudah terjadi sejak awal tahun dan juga faktor kenaikan harga sawit.

"Faktornya dari harga sawit, dulu sawit harga Rp 600 sekarang jadi Rp 3.500. Kalau kita malahan membatasi kalau ada yang minta dua puluh, kita batasin jadi tergantung biasanya orang ngambil. Jadi gak bisa tiba-tiba langsung borong banyak. Kalau pasokan minyak aman, kita setiap minggu juga selalu pasokan barang yang datang," kata Candra.

Menanggapi adanya kenaikan harga minya goreng, Plt. Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Bangka Barat, Rosjumiati mengatakan akan melakukan rapat guna mencari solusi akan hal tersebut.

"Untuk petugas kami siap dan nanti kami akan diskusikan dulu, untuk penyebab kenaikannya," ungkap Ros.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved