Senin, 13 April 2026

Virus Corona

5 Provinsi Ini Jadi Perhatian Serius, Waspada Varian Varian AY.4.2 Sudah Masuk Malaysia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya agar memperhatikan tren kasus Covid-19 di lima provinsi.

Editor: fitriadi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penumpang kereta api Argo Lawu saat baru turun di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (17/5/2021). PT KAI menetapkan aturan ketat bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Lima provinsi ini jadi perhatian serius pemerintah karena dalam beberapa hari ini terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menginstruksikan jajarannya agar memperhatikan tren kasus di daerah-daerah tersebut.

Adapaun lima provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, telah terjadi kenaikan kasus Covid-19 di lima provinsi.

"Kami mengamati beberapa provinsi, kabupaten/kota yang mengalami sedikit peningkatan. Jadi waktu itu menjadi indikasi awal untuk kita berhati-hati," ujar Menkes dalam konferensi pers perpanjangan PPKM, Senin (8/11/2021).

Selain itu, mantan dirut Bank Mandiri ini mengungkapkan, total ada 155 kabupaten atau kota yang teridentifiasi mengalami gejala kenaikan walaupun masih sedikit dan masih terkontrol.

"Kami atas arahan bapak presiden diminta agar segera memperhatikan kabupaten atau kota terutama di 5 provinsi itu diperhatikan dan kalau ada kenaikan yang lebih cepat itu harus segera ditangani," imbuh Menkes Budi.

Baca juga: Nikahi Janda Cantik, Kakek Sampai Tak Sanggup Berdiri, Fakta Ini Akhirnya Terungkap

Baca juga: Video Lama Gisel di Atas Kasur, Durasinya Cuma 7 Detik Ditonton Jutaan Kali

Baca juga: Langsung Hubungi Kolektor, Jika Punya Uang Koin Rp100 Rumah Gadang Seperti Ini, Siap Dibeli Rp1 Juta

Dilansir dari data Satgas Covid-19 per 8 November 2021, terdapat penambahan kasus terkonfirmasi positif harian di 5 provinsi dengan angka tertinggi.

1. DI Yogyakarta menambahkan 33 kasus dan kumulatifnya 156.151 kasus.

2. Jawa Timur menambahkan 30 kasus dan kumulatifnya 398.659 kasus

3. DKI Jakarta menambahkan 29 kasus dan kumulatifnya 862.276 kasus.

4. Jawa Tengah menambahkan 23 kasus dan kumulatifnya 485.540 kasus.

5. Banten menambahkan 23 kasus dan kumulatifnya 132.500 kasus.

Varian AY.4.2 Ada di Malaysia

Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, sampai saat varian AY.4.2 belum terdeteksi di tanah air.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved