Bangka Pos Hari Ini
Kampung Dilanda Banjir Rob, Warga Desa Ini Diminta Tak Bangun Rumah di Tepi Pantai
Sembilan rumah yang terdampak banjir rob di pesisir pantai Desa Rajik, Kecamatan Simpangrimba, Bangka Selatan, mengalami kerusakan, Kamis (11/11).
Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: fitriadi
SIMPANGRIMBA, BANGKA POS - Sebanyak sembilan rumah yang terdampak banjir rob di pesisir pantai Desa Rajik, Kecamatan Simpangrimba, Bangka Selatan, mengalami kerusakan, Kamis (11/11).
Sebelumnya, sebanyak 77 rumah yang berada di kawasan ini terendam banjir rob, Rabu (10/11).
Camat Simpangrimba, Hengki merincikan dari total sembilan rumah yang rusak, tujuh rumah di antaranya, mengalami kerusakan pada bagian belakang rumah. Sedangkan dua rumah lainnya, mengalami kerusakan pada bagian depan.
"Banjirnya sudah surut tidak ada masalah lagi, cuma masalahnya ada sekitar tujuh rumah yang mengalami kerusakan di bagian dapur dan dua rumah pada bagian depan saat banjir rob," kata Hengki.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat di desa tersebut, ke depannya tak lagi membangun rumah dekat dengan pantai. Pasalnya, ketika musim penghujan tiba, air laut pasang dan angin kencang, membuat gelombang tinggi, dan naik ke permukaan pantai.
Baca juga: 72 Rumah Terendam Banjir Rob, Ada yang Rusak Berat, Bupati Perintahkan Dirikan Dapur Umum
Baca juga: Ciri-Ciri Uang Rp 2000 Langsung Dibayar Rp 3 Juta Per Lembar, Cek Nomor Seri Uangmu!
Baca juga: Pemilik Rekening Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri Bisa Kebagian Rp 1 Juta, Buruan Cek NIK KTP Kamu
Menurutnya, kejadian serupa setiap tahun terulang.
"Kami juga sudah melakukan tindakan antisipasi, dan mengimbau kepada masyarakat, untuk ke depannya jangan membuat rumah dekat dari pantai. Karena kita tidak tahu air laut tiba-tiba pasang," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 77 rumah yang berada di pesisir pantai Desa Rajik, Kecamatan Simpang Rimba, Bangka Selatan, terendam banjir rob, Rabu (10/11). Dari 77 rumah tersebut, beberapa di antaranya mengalami kerusakan akibat musibah ini.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Satpol PP Basel, Agus Alvando membenarkan kejadian ini.
"Rincian rumah warga yang tergenang banjir rob yaitu di RT 06 sebanyak 37 rumah dan di RT 07 sebanyak 40 rumah. Ada rumah yang rusak akibat diterjang banjir rob tersebut," kata Agus.
Diakuinya, dampak terparah dari banjir tersebut, hingga membuat lantai salah satu rumah terangkat. Namun menurutnya, saat ini wilayah setempat masih diguyur hujan dengan intensitas rendah.
"Genangan air mulai surut dan petugas penanggulangan bencana terus membantu warga terdampak, dengan menyedot air yang masuk ke rumah-rumah warga menggunakan mesin pompa," ucapnya.
Menurutnya, kalau tidak menggunakan pompa air, air tidak akan kering hingga tiga hari lantaran daerah pesisir merupakan cekungan dan terhubung dengan sungai.
Sebelumnya, Kades Rajik, Jupri mengatakan banjir rob yang melanda 50 rumah tersebut akibar air laut tinggi dan hujan lebat mengguyur daerahnya.
"Air laut meluap mulai terjadi Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Banjir rob menggenangi rumah-rumah warga pesisir setempat dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter. Tidak ada laporan korban jiwa," kata Jupri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211110-kondisi-rumah-warga-usai-terendam-banjir-rob-di-desa-rajik-simpang-rimba.jpg)