WIKI Bangka
Berawal Dari Hobi, Mas Gondrong Dapat Cuan dari Perkutut, Kini Dipesan Hingga Luar Daerah
Kicauan burung perkutut langsung terdengar saat memasuki kawasan Gang Merpati, Kelurahan Gedung Nasional, Taman Sari
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kicauan burung perkutut langsung terdengar saat memasuki kawasan Gang Merpati, Kelurahan Gedung Nasional, Taman Sari, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (13/11/2021) pagi.
Di bawah semburat cahaya matahari yang hangat, puluhan burung yang berada di dalam kandang itu digantung di langit-langit sebuah rumah.
Tampak dari kejauhan seorang pria tengah memberikan pakan burung-burung tersebut.
Dia lah pria yang bernama Mas Gondrong (42) seorang peternak burung perkutut.
Baca juga: Pengakuan Tak Terduga Istri Ketiga Pak Tarno, Pramugari Cantik Ini Dibikin Tak Tidur Tiap Malam
Baca juga: Pemilik Rekening Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri Bisa Kebagian Rp 1 Juta, Buruan Cek NIK KTP Kamu
Mengenakan kaos berwarna putih dengan setelan celana jeans, dia tampak antusias merawat puluhan burung perkututnya.
Mas Gondrong bercerita sudah sejak lima tahun terakhir dirinya menjadi seorang peternak burung perkutut.
Budidaya burung perkutut ini sendiri berawal dari hobi dan kecintaan terhadap hewan eksotik bersuara merdu ini.
Awalnya dia hanya memiliki beberapa ekor burung perkutut, namun seiring berjalannya waktu burung-burung tersebut terus berkembang biak.
Kemudian Mas Gondrong berpikir, untuk memanfaatkan hal tersebut menjadi peluang usaha.
“Kalau saya sejak tahun 2016 sudah menjadi peternak burung perkutut sampai sekarang. Karena di sini banyak teman-teman yang hobi burung,” kata Mas Gondrong kepada Bangkapos.com.
Saat ini, pria kelahiran Madura, Jawa Timur ini telah memiliki sekitar 320 ekor burung perkutut yang jika dirupiahkan mencapai sekitar puluhan juta rupiah.
Satu ekor perkutut dengan kualitas bagus bisa dibanderol setara dengan harga satu unit motor atau sekitar Rp15 juta tergantung dari suara yang dihasilkan
Bahkan kata dia, selama menjadi peternak perkutut burung hasil budidayanya diminati hingga ke luar daerah seperti Madura, Surabaya, Bandung, Lampung dan Palembang.
“Harga tergantung suara burung, kalau bagus sekitar Rp15 juta, ada yang Rp2 juta. Kalau yang paling bawah sekitar Rp500.000,” beber Mas Gondrong.
Ia menyebut, budidaya perkutut sangatlah gampang jika dibandingkan dengan hewan unggas lainnya. Dimana budidaya perkutut tak tergantung dengan cuaca, perawatannya juga mudah. Cukup dengan rutin memberikan pakan dan vitamin sesuai aturan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211113-mas-gondrong1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211113-mas-gondrong4.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211113-mas-gondrong5.jpg)