Selasa, 14 April 2026

Budidaya Burung Perkutut, Mas Gondrong Berhasil Raih Omzet Rp8 Juta Perbulan

Di halaman belakang rumahnya, Mas Gondrong (42) Warga Gang Merpati, Kelurahan Gedung Nasional, Taman Sari, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di halaman belakang rumahnya, Mas Gondrong (42) Warga Gang Merpati, Kelurahan Gedung Nasional, Taman Sari, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung menghabiskan hari-harinya bersama ratusan burung perkutut peliharaannya.

Berbagai jenis perkutut mulai lokal hingga Bangkok ada di sini.

Mas Gondrong bercerita sudah sejak lima tahun terakhir dirinya menjadi seorang peternak burung perkutut.

Budidaya burung perkutut ini sendiri berawal dari hobi dan kecintaan terhadap hewan eksotik bersuara merdu ini.
Awalnya dia hanya memiliki beberapa ekor burung perkutut, namun seiring berjalannya waktu burung-burung tersebut terus berkembang biak.

Kemudian Mas Gondrong berpikir, untuk memanfaatkan hal tersebut menjadi peluang usaha.

Saat ini, pria kelahiran Madura, Jawa Timur ini telah memiliki sekitar 320 ekor burung perkutut yang jika dirupiahkan mencapai sekitar puluhan juta rupiah.

Satu ekor perkutut dengan kualitas bagus bisa dibanderol setara dengan harga satu unit motor atau sekitar Rp15 juta tergantung dari suara yang dihasilkan.

Biaya perawatan 320 ekor perkutut sendiri hanya memerlukan sekitar Rp600.000.

Alhasil dia mampu meraup omzet mencapai Rp7-8 juta per bulan.

Bahkan kata dia, selama menjadi peternak perkutut burung hasil budidayanya diminati hingga ke luar daerah seperti Madura, Surabaya, Bandung, Lampung dan Palembang.

Ia menyebut, budidaya perkutut sangatlah gampang jika dibandingkan dengan hewan unggas lainnya.

Di mana budidaya perkutut tak tergantung dengan cuaca, perawatannya juga mudah. Cukup dengan rutin memberikan pakan dan vitamin sesuai aturan.

Kebanyakan penghobi biasanya diberi makan hanya berupa biji-bijian saja seperti milet putih, milet merah, jewawut, gabah berukuran kecil dan sedikit ketan hitam.

Terkadang ada juga penghobi yang memberi pakan tambahan berupa canary seed, biji godem dan biji sawi serta pakan ekstra untuk kebutuhan mineral.

Sementara itu untuk menjaga stamina dan mengkondisikan burung perkutut saat lomba, para penghobi biasanya memberikan jamu-jamuan atau vitamin untuk merangsang bunyi.

Pemberian jamu umumnya diberikan tiga hari sebelum lomba setelah sebelumnya dimandikan terlebih dahulu dan diberi lolohan kacang hijau yang direndam dengan air panas setidaknya selama dua jam.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved