Breaking News:

Berita Pangkalpinang

FSSP Babel Tegaskan Jangan Benturkan Polisi dengan Ulama: Terorisme dan Radikalisme Musuh Bersama

Agam berharap, pihak-pihak yang mencoba membenturkan dan menggiring opini seolah-olah Densus 88 benci kepada ulama itu sangatlah salah

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
ist Agam
Koordinator Daerah Forum Santri Sahabat Polisi (FSSP) Kepulauan Bangka Belitung, Agam Dliya Ulhaq 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Forum Silaturahmi Santri Sahabat Polisi (FSSP) mendukung Densus 88 Anti teror POLRI dalam memberantas Terorisme sampai ke akar - akarnya.

FSSP juga sangat mengecam keras oknum yang sengaja membenturkan antara Polisi dan Ulama (MUI), dalam penindakan Densus 88 Anti Teror POLRI terhadap kasus tindak pidana radikalisme dan terorisme yang selama ini telah terjadi dan marak di Indonesia khususnya terkait penangkapan salah satu pengurus MUI Pusat. 

Koordinator Daerah Forum Santri Sahabat Polisi (FSSP) Kepulauan Bangka Belitung, Agam Dliya Ulhaq mengatakan bahwa Densus 88 Anti Teror POLRI memiliki tugas dan tanggung jawab Negara dan pemerintah bersama masyarakat untuk saling bahu membahu memberantas tindak pidana terorisme dan radikalisme. Termasuk MUI sebagai wadah yang selama ini menjadi ujung tombak dalam upaya menangkal arus radikalisme dan terorisme. 

"Kami FSSP Babel sangat mendukung sekali langkah-langkah strategis Densus 88 dalam pemberantasan kasus radikalisme dan terosisme di Negeri tercitna kita ini, terutama yang berafiliasi di dalamnya juga jaringan-jaringan finansial mereka. Apapun latarbelakangnya kalau memang betul terjaring dan sudah ada bukti nyata terlibat, harus ditindak tegas," ujar Agam dalam rilis kepada Bangkapos.com, Minggu (21/11/2021).

Agam dan rekan-rekan FSSP Babel berharap, pihak-pihak yang mencoba membenturkan dan menggiring opini seolah-olah Densus 88 benci kepada ulama itu sangatlah salah. 

Menurutnya, polisi khususnya Densus 88 tidak bekerja semena mena, mereka bekerja dengan bukti yang lengkap yang dihimpun dan dibuktikan oleh para saksi-sasi. Biarkan Densus bergerak sesuai tugasnya untuk mengamankan ketentraman bersama antar masyarakat. 

"Kita harus sadar bahwa terorisme dan radikalisme adalah musuh bersama. Islam itu rahmatan lilalamin, cinta kedamaian cinta persaudaraan jangan hanya cuma bikin gaduh saja seolah olah ulama dikriminalisasi oleh negara," katanya. 

Kata Agam, Densus 88 Anti Teror POLRI bertindak sudah sesuai dengan UU No 5 tahun 2018 tentang Perubahan Atas UU 15 tahun 2003 tentang Penetapan Perppu 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang menekankan bahwa tindak pidana terorisme yang selama ini terjadi di Indonesia merupakan kejahatan yang serius yang membahayakan ideologi negara, keamanan negara, dan kedaulatan negara.

"Terakhir kami mengimbau kepada masyarakat di seluruh Indonesia terutama di Kepulauan Bangka Belitung untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab yang ingin memecah belah persatuan para ulama, umaro serta memecah persatuan dan kesatuan NKRI demi kepentingan tertentu," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved