Virus Corona
Varian Omricon Jadi Perhatan, Pemprov Babel Gelar Rapat untuk Pembatasan Gerak Masyarakat
Varian Omricon Jadi Perhatan, Pemprov Babel Gelar Rapat untuk Pembatasan Gerak Masyarakat
Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Varian baru Virus Corona yakni varian Omicron jadi perhatian dunia. Pemerintah daerah provinsi Bangka Belitung langsung membahas varian baru virus tersebut.
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mengatakan pemerintah telah melakukan rapat bersama terkait pencegahan penyebaran varian terbaru Covid-19.
"Omicron kebetulan namanya sama dengan kepala BPBD Babel. Ini terus kita berupaya mencegah untuk tidak masuk ke kika," kata Erzaldi.
Ia mengatakan pemerintah pusat dan daerah telah melakukan rapat bersama untuk pencegaham penyebaran Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 nanti
"Pemerintah telah mengambil kebijakan pembatasan-pembatasan, kita ikuti saja itu, sesuai regulasinya," katanya.
Selain itu Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Bangka Belitung, Mikron Antariksa, menyampaikan Satgas Penanganan Covid-19 hari ini mengeluarkan Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).
Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 29 November 2021 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian.
Dengan berlakunya Surat Edaran ini, maka Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 serta Addendum Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
"Dikeluarkannya SE ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pada saat ini telah ditemukan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 di Afrika Selatan yang telah meluas sebarannya ke beberapa negara di dunia," kata Mikron
Menurutnya, kemunculan varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron telah menyebabkan peningkatan kasus khususnya di Benua Afrika bagian Selatan.
Badan kesehatan dunia dengan para pakarnya pun sepakat untuk menetapkan varian yang ditemukan di awal Bulan November 2021 ini menjadi Variant of Concern.
Epidemiolog dari Griffifth University Australia, Dicky Budiman menyebut, varian baru Omicron tersebut disebut-sebut 5 kali lebih menular daripada virus corona asli, SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China 2019 lalu.
Dengan potensi penularan varian B.1.1.529 yang bisa mencapai 500 persen tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikan varian Omicron ini ke dalam kategori variant of concern (VoC), tanpa melalui kategori varian of interest (VoI).
Untuk diketahui, variant of interest adalah varian SARS-CoV-2 yang ditandai dengan mutasi asam amino yang menyebabkan perubahan fenotipe virus, yang diketahui atau diprediksi dapat mengubah kondisi epidemiologi, antigeneistas, dan virulensi virus.
Sedangkan, variant of concern adalah varian virus corona yang menyebabkan peningkatan penularan dan angka kematian akibat Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210702-virus-corona-ilustrasi.jpg)