Benarkah Perempuan Disunat untuk Membuang Nafsunya, Ini Kata dr Aisah Dahlan
Dokter Aisah Dahlan memberikan penjelasan mengenai apakah benar perempuan disunat untuk membuang nafsunya.
BANGKAPOS.COM -- Dokter Aisah Dahlan memberikan penjelasan mengenai apakah benar perempuan disunat untuk membuang nafsunya.
Hal itu ketika ia mendapati pertanyaan dari seorang laki-laki yang menanyakan hal itu.
Kemudian dr Aisah Dahlan menjelaskannya dalam video yang diunggah dari kanal YouTube ALID TV pada 6 Juni 2021.
Pertama dr Aisah Dahlan menjelaskan bahwa pusat syahwat ada di hipotalamus.
Sebagaimana diketahui, ukuran hipotalamus laki-laki dua setengah kali lebih lebar dari perempuan.
Hipotalamus berada persis di tengah otak.
Hipotalamus fungsinya pusat makan, minum, menjaga keamanan dan pusat syahwat birahi.
"Jadi sebenarnya bicara syahwat bukan di klitorisnya sebenarnya, tetapi ada di hipotalamusnya," bebernya.
"Adapun khitan (sunat) perempuan sama dengan khitan laki-laki. Supaya kotoran diujungnya itu tidak tersimpan di lipatan-lipatan," jelasnya.
Baca juga: Apa Hukum Suami Memperbesar Kemaluan, Alasannya Demi Istri Bahagia? Ini Penjelasan Buya Yahya
Baca juga: Tak Perlu Pelet, dr Aisah Dahlan Minta Istri Lakukan Ini saat Tidur, Insya Allah Suami Tak Selingkuh
Baca juga: Inilah Alasan Istri Jangan Menolak Ajakan Bercinta Suami Sendiri, Kata dr Aisah Dahlan
Dia menerangkan, mengapa laki-laki disunat supaya lapisan kuluk itu terbuka karena ada smegma (bercak putih di alat vital) yang harus dibersihkan.
"Itukan tidak mungkin setiap saat dibersihkan, makanya smegma itu supaya bisa dibersihkan secara otomatis kalau habis pipis, BAB dan tidak usah dibuka-buka kuluknya, makanya dikhitan," ujarnya.
Dia melanjutkan, begitupun juga dengan perempuan, smegmanya harus dibersihkan.
"Perempuan juga gitu harus dibersihkan smegmanya meskipun tidak sebanyak laki-laki smegmanya," katanya.
"Klitorisnya perempuan tidak berkuluk, maka banyak juga sebetulnya mengartikan khitan perempuan hanya membersihkan klitorisnya saja," lanjutnya.
Sebab, menurut dr Aisah Dahlan kalau sampai itu dipotong maka ada saraf persaraf buat perempuan dewasa itu membutuhkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211207_dr-aisah-dahlan.jpg)