Bangka Pos Hari Ini

Rumahnya Kebanjiran, Nenek di Tanjungpandan Ini Minta Tolong Beli Makanan

Air laut pasang tinggi menggenangi rumah warga di sekitaran Jalan Bukit RT 04/02 Kelurahan Kota Tanjungpandan, Belitung, Selasa (7/12).

Penulis: Rusaidah | Editor: fitriadi
Bangka Pos/Disa Aryandi
Nedia (72) duduk di teras rumah yang terendam banjir, Selasa (7/12). 

TANJUNGPANDAN, BANGKA POS - Air laut pasang tinggi menggenangi rumah warga di sekitaran Jalan Bukit RT 04/02 Kelurahan Kota Tanjungpandan, Belitung, Selasa (7/12).

Seorang nenek lanjut usia, Nedia duduk termenung di lantai kayu teras rumahnya saat Posbelitung.co (grup Bangkapos.com) datang ke lokasi permukiman tergenang banjir rob.

Nedia sedang santai mengenakan daster merah muda. Ia duduk di atas bantalan kursi sofa, matanya termenung. Ia sesekali mengusap rambutnya yang sudah memutih.

Perempuan berusia 72 tahun itu hanya bisa termenung meratapi rumahnya sedang terdampak banjir rob.

Kondisi air yang mengepung rumahnya itu sangat tinggi sehingga membuat Nedia tidak bisa pergi kemana-mana, ditambah lagi kondisi tubuhnya yang kurang sehat.

Banjir yang mengepung rumah Nadia terjadi sejak pukul 09.00 pagi. Air mulai surut dan tidak menggenangi bagian dalam rumahnya sekitar pukul 12.00.

Namun sebelum bagian dalam rumah Nedia tergenang air, terlebih dahulu ia bersama anak perempuannya sudah mengevakuasi barang-barangnya ke tempat yang lebih tinggi.

"Semua kasur sudah kami pindah tapi sampai masuk ke rumah. Ini tidak bisa kemana-mana, tadi sudah titip makan," ucap Nedia kepada Bangka Pos Group, Selasa (7/12).

Baca juga: Waspada ! Banjir Rob Diprediksi Masih Terjadi Dua Hari ke Depan

Baca juga: Waspada, Besok Gelombang Laut Pasang Maksimum hingga 2,72 Meter

Baca juga: Puting Beliung Hantam Rumah Warga di Tiga Desa Bangka Selatan, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Nedia sudah tinggal di rumah panggung berdinding dan berlantai papan sejak tahun 1977 silam. Ia sekarang ini hanya tinggal bersama anak perempuannya setelah suaminya meninggal dunia.

Nedia memilih tetap bertahan di rumah tersebut lantaran tidak ada rumah lain.

"Tidak ada rumah lain, bairlah di sini, tidak ada uang untuk bangun rumah," ujarnya.

Ia mengaku, rumahnya sudah menjadi langganan banjir setiap tahun. Namun kondisi terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya terjadi bulan ini.

"Biasa tidak masuk ke dalam rumah, tapi ini masuk ke dalam rumah. Ini baru pertama kali masuk ke rumah," jelasnya.

Air laut pasang tinggi juga menggenangi rumah warga di sekitaran Jalan Bukit RT 08, Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjungpandan.

Menurut Eko warga setempat, air pasang disebut-sebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved