Berita Pangkalpinang
BBM Mulai Langka, Rio Minta Pemprov Bangka Belitung Proaktif
Pemerintah daerah provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebaiknya proaktif melakukan pemantauan di bawah, karena antrean dan kelangkaan BBM ini
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa hari terakhir di Kota Pangkalpinang, mendapat perhatian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, Rio Setiady.
Rio menilai, dengan adanya kelangkaan BBM ini pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebaiknya harus segera mencarikan solusi sekaligus melakukan pemantauan di lapangan, karena kelangkaan ini sudah banyak dikeluhkan oleh masyarakat.
“Pemerintah daerah provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebaiknya proaktif melakukan pemantauan di bawah, karena antrean dan kelangkaan BBM ini sudah berjalan sekian lama dan dikeluhkan oleh masyarakat,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (11/12/2021).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menyebut, secara kewenangannya memang pengaturan BBM bukan berada di pemerintah kabupaten/kota.
Maka dari itu, jika pemerintah kabupaten/kota ingin melakukan penertiban maksimal yang dapat dilakukan adalah penegakan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak dapat lebih.
“Perda Tibum itu yang mengatur ketertiban pengguna jalan dan kerumunan massa di SPBU, yang dikhawatirkan dapat membahayakan. Karena SPBU relatif rentan, jika harus terjadi penumpukan kendaraan bermotor seperti saat ini,” terang Rio.
Di sisi lain, dia meminta, aparat penegak hukum (APH) untuk dapat bertindak secara masif saat kelangkaan BBM ini terjadi. Pasalnya kelangkaan BBM sudah menimbulkan keresahan di masyarakat. Terlebih lagi saat ini harga eceran BBM jenis pertalite sudah melampaui harga eceran lebih dari biasanya.
Belum lagi adanya aktivitas tambang timah timah yang meningkat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tentu saja mempengaruhi kebutuhan BBM. Sementara untuk pasokan BBM tetap, alias tidak bertambah.
“Karena laporan ini sudah kami terima dari masyarakat dan tentu saja kami berkewajiban meneruskan nya kepada pihak terkait, baik kepada pemerintah provinsi maupun aparat penegak hukum,” tandas Rio. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211209-stok-bbm-di-spbu-24331116.jpg)