Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kapolres Pastikan Penimbun BBM Ditindak Tegas

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono meminta masyarakat untuk tidak panik dengan membeli bahan bakar minyak (BBM)

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kapolres Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono. (Bangkapos/Dok) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pangkalpinang, AKBP Dwi Budi Murtiono meminta masyarakat untuk tidak panik dengan membeli bahan bakar minyak (BBM) berlebih karena dapat menimbulkan kekacauan.

Pasalnya, saat ini distribusi BBM sedikit terhambat karena kondisi cuaca yang tidak mendukung dan membahayakan pelayaran tanker ke Pangkalbalam, Pangkalpinang.

Seperti yang diketahui beberapa hari terakhir terjadi kelangkaan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalpinang maupun di dua kabupaten penyangga hingga menimbulkan antrean kendaraan yang mengular hingga berapa kilometer.

“Sehubungan dengan langkanya BBM saya minta masyarakat Pangkalpinang untuk berhenti panic buying (Beli dalam jumlah banyak),” kata dia kepada Bangkapos.com, Minggu (12/12/2021).

Di tengah kelangkaan BBM seperti saat ini alangkah baiknya masyarakat melakukan pengisian sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Di samping itu para pengendara harus mengikuti antrean dengan tertib agar tidak menimbulkan kericuhan antara sesama pengemudi kendaraan apalagi sampai mempercayai berita hoaks perihal kelangkaan BBM.

“Lakukan pengisian BBM sesuai dengan kebutuhan, ikuti antrean dengan tertib dan rapi tanpa keributan dan tetap tenang serta jangan percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan alias hoaks,” jelas Kapolres.

Oleh karenanya Budi menegaskan, pihaknya tak segan-segan mengambil tindakan tegas apabila pada situasi seperti saat ini ada oknum yang nekat melakukan penimbunan BBM untuk meraup keuntungan.

Pasalnya kepolisian telah mengantisipasi dampak negatif yang terjadi di masyarakat dengan kelangkaan BBM. Langkah yang dilakukan berupa preemtif, preventif hingga represif.

“Ingat, ada ketentuan hukum dan sanksi bagi mereka yang melakukan penimbunan untuk memanfaatkan situasi demi sesuatu keuntungan,” tegas Kapolres.

Ia menyebutkan, guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi karena antrean BBM pihaknya telah melakukan pengamanan dan monitoring di seluruh SPBU yang ada di Kota Pangkalpinang.

Bahkan kepolisian telah menerjunkan anggota untuk memantau ketersediaan BBM yang ada di setiap SPBU sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban selama masyarakat mengisi dan mengantri untuk mendapatkan BBM.

“Sejak kemarin dibantu Polsek jajaran di Polres Pangkalpinang telah membantu mengatur lalu lintas dan menertibkan antrean agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU,” katanya.

Di sisi lain, kepolisian juga turut mengawasi pendistribusian BBM kepada masyarakat. Karena ditakutkan ada oknum pengerit yang memanfaatkan situasi ini untuk meraup keuntungan dengan membeli BBM menggunakan jeriken ataupun tangki kendaraan yang sudah dimodifikasi.

“Kita akan memberikan sanksi kepada masyarakat apabila dengan sengaja menimbun BBM di tengah kondisi dan cuaca seperti ini,” tegas perwira melati dua ini. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved