Kamis, 7 Mei 2026

Ini Latar Belakang Dua Orang Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Anti Teror di Kecamatan Koba

Ini Latar Belakang Dua Orang Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Anti Teror di Kecamatan Koba

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Tim Densus 88 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Densus 88 Anti Teror Polri kembali mengungkap terduga teroris di Bangka Belitung. Dua orang ditangkap di Kecamatan Koba Bangka Tengah.

Kedua warga ini berinisial FA (33) dan JK (38) yang diketahui berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah berasrama di Bangka Tengah.

Dua Warga Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) ditangkap Densus 88, Mabes polri, Jumat (17/12/2021) lalu.

Belum diketahui secara pasti penyebab mereka ditangkap polisi yang khusus menangani kasus teroris tersebut.

Baca juga: Wanita Ini Keletihan Berhubungan Badan 5 Jam Nonstop Sampai Tewas, Benda Ini yang Ditelannya

Baca juga: Jet Li si Jago Kung Fu, Terancam Habiskan Hidup di Kursi Roda, Menderita Penyakit ini

Baca juga: Kisah Pilu Putri Tukang Tambal Ban, Setahun Diculik Ditemukan Sudah Melahirkan anak

Saat dihubungi Bangkapos.com, Kapolres Bangka Tengah AKBP Moch Risya Mustario, tidak belum memberikan keterangan rinci.

Sebab menurutnya, Pihak Polda Babel yang berwenang memberikan keterangan terkait hal tersebut.

"Untuk informasi terkait ini silahkan tanyakan ke Humas Polda Babel karena mereka yang berwewenang dan tahu terkait ini," ujar AKBP Risya saat dihugungi Bangkapos.com, Minggu (19/12/2021).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes (Pol) Maladi juga belum bisa memberikan keterangan banyak prihal penangkapan dua warga Kecamatan Koba tersebut.

"Kita hanya sebatas backup terkait ini ," kata Maladi, Sabtu (18/12/2021) saat dikonfirmasi melalui pesanWhatsApp. 

Saat ini pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Densus 88, penangkapan itu.

"Kita masih menunggu info dari Densus 88. Belum tuntas, mohon bersabar," katanya.

Terorisme di Bangka Belitung

Penangkapan terduga teroris sebelumnya sempat menghebohkan Bangka Belitung pada Juli 2021 lalu.

Agus Setianto (AS) alias Agus alias Abu Raffa (44) mengirimkan senjata api ke terduga teroris di Jakarta.

Senjata api itu rencananya akan dikirim kepada kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah.

Mabes Polri juga mengungkap Agus Setianto memiliki hubungan dengan kelompok teroris di Jakarta.

Ia terhubung dengan seorang kelompok teroris Jakarta berinisial S melalui akun hijau milik Ummu Nisa.

Selain itu, keduanya juga terhubung dengan memakai sejumlah media sosial.

"AS terhubung dengan S menggunakan akun hijau milik Ummu Nisa yang diberikan kepada S untuk berkomunikasi dengan dengan AS dengan nama akun Abulebay alias Sakira01," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/7/2021).

Ia menyatakan Agus Setianto dan S terhubung secara perbankan melalui salah satu bank swasta untuk pemesanan amunisi, senjata api revolver dan senjata api laras panjang.

Poster Buronan Terduga Teroris AS di Kawasan Jalan Tanjung Bunga 1, Air Itam, Bukit Intan, Pangkalpinang.
Poster Buronan Terduga Teroris AS di Kawasan Jalan Tanjung Bunga 1, Air Itam, Bukit Intan, Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Dalam rangka pengiriman senjata api ke Jakarta, kata Ahmad, S menggunakan alamat dan identitas Agus Setianto.

Setelah itu, amunisi dan senjata api itu dikirimkan kepada kelompok teroris Jakarta berinisial S dan D.

Ia menuturkan barang bukti inilah yang diduga akan dikirimkan kelompok teroris Jakarta kepada kelompok MIT pimpinan Ali Kalora Cs di Poso.

"AS menjelaskan bahwa senjata dan amunisi yang dikirimkan ke tersangka S dan D di Jakarta, rencananya akan dikirimkan ke DPO teroris Poso di Sulawesi Tengah," ungkap dia.

Ia menuturkan alasan tersangka mengirimkan senjata api itu kepada kelompok teroris Jakarta terlebih dahulu.

Tujuannya tak lain untuk mengaburkan sumber pengirim senpi tersebut.

"Dari Jakarta dicek dulu untuk dikirim lagi sesuai tujuan yang mana proses tersebut untuk memutus rantai sumber paket sebelumnya, agar lebih rapi," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris bernama Agus Setianto alias Agus alias Abu Raffa.

Agus Setianto sempat kabur saat dalam proses pemeriksaan di Polda Bangka Belitung pada 5 Juli 2021 lalu.

Pelaku kembali ditangkap tak jauh dari rumahnya di Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (5/7/2021) sekitar pukul 21.30 WIB.

Dia ditangkap bersama dua orang yang merupakan keluarganya. Keduanya turut ditangkap karena turut terlibat menyembunyikan Agus Setianto selama proses pelarian.

Terungkap Rencana Pelarian Terduga Teroris Bangka Agus Setianto

Rencana pelarian Agus Setianto terungkap. Si gondrong yang sempat buron setelah melarikan diri dari Polda Bangka Belitung itu kini sudah tak berkutik.

Agus Setianto ditangkap lagi, tak jauh dari rumahnya.

Ia berencana melarikan diri pergi dari Pulau Bangka.

Terduga teroris atas nama Agus Setianto dan kedua rekannya Ap dan Su tertangkap pada Senin (5/7/2021) malam dikabarkan diperiksa di Gedung Direktorat Reserse Narkotika yang bergabung dengan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Mapolda Kepulauan Bangka Belitung.

Diberitakan Bangkapos.com sebelumnya, gedung tersebut diduga menjadi tempat pemeriksaan terduga teroris Agus Setianto (44) bersama dua rekannya Ap dan Su.

Kemarin, Selasa (6/7/2021) mobil Barracuda milik Brimob Polda Bangka Belitung bersiaga di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) beserta sejumlah anggota Brimob dan Ditsamapta Polda Bangka Belitung yang bersenjata lengkap berjaga di sana.

Seorang petugas kepolisian yang berjaga menyebutkan bahwa terduga Agus bersama kedua rekannya memang diperiksa di Gedung Direktorat Reserse Narkotika.

"Kami Pam di sini sudah dari tadi malam, kalau tiga orang itu diperiksa di ruang Direktorat Narkoba, mereka juga di sel," kata salah satu anggota yang siaga di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Narkoba Polda Bangka Belitung.

Berdasarkan hasil pantauan Bangkapos.com hari ini, Rabu (07/07/2021) tidak ada lagi penjagaan yang dilakukan oleh anggota kepolisan di depan gedung tersebut.

Bahkan mobil Barracuda yang bersiaga kemarin juga sudah tidak ada.

Saat ini hanya ada satu unit mobil milik Korps Brimob jenis DAPC-1 Wolf yang terparkir tepat di depan gedung.

Ketika ingin mengkonfirmasi lokasi pemeriksaan AS ke petugas yang berjaga di gedung Direktorat Reserse Narkotika yang diduga menjadi lokasi AS dan dua rekannya ditahan, petugas tersebut mengaku tidak mengetahui.

"Bener enggak pak kalau infonya AS yang kemarin udah dipindah dari sini," tanya harian ini.

"Enggak tahu kami, soalnya kami juga baru berjaga di sini," ucap seorang petugas yang sedang berjaga tersebut.

Meski sudah berusaha menggali informasi semaksimal mungkin, tetap saja hasil yang diterima nihil.

Terduga Teroris Dikabarkan Dipindahkan ke Mako Brimob

Namun beredar kabar terduga teroris Agus Setianto (AS) yang sebelumnya ditahan di Gedung Direktorat Reserse Narkotika, telah dipindahkan ke Mako Brimob Polda Bangka Belitung,

Terduga AS yang sebelumnya berhasil dibekuk kembali dikabarkan ditahan dan dilakukan pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Narkotika yang bergabung dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bangka Belitung.

Saat ini beredar kabar pemindahan terduga AS bersama dua rekannya itu bergeser ke Mako Brimob Polda Bangka Belitung.

Terkait pemindahan penahanan terduga teroris tersebut, Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Drs A Maladi menyebutkan bahwa dirinya tidak mengetahui mengenai informasi tersebut.

"Saya enggak tahu, pokoknya kalau ada informasi pasti akan langsung kita release," ucap Maladi.

Ia mengatakan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan terduga teroris AS akan disampaikan kepada awak media setelah mendapat izin dari Kapolda Kepulauan Bangka Belitung.

"Pokoknya ikak (kalian -- red) jangan khawatir, kalau ada info pasti kita kasih," tegasnya.

Sementara itu, diberitakan Bangkapos sebelumnya, Kasatgaswil Bangka Belitung Densus 88/Anti Teror Polri, Kombes Pol Hoiruddin Hasibuan membenarkan adanya pemindahan lokasi pemeriksaan AS dan dua rekannya Ap dan Su ke Mako Brimob Polda Bangka Belitung.

Meski begitu, ia juga belum mengetahui secara pasti detail dan kapan waktu pemindahan dilakukan karena saat itu dirinya tidak memonitor secara langsung.

Rencana Pelarian

AS (44) alias Agus Setianto alias Abu Raffa, terduga teroris di Bangka yang merupakan tangkapan Detasemen Khusus 88 Antiteror dan sempat kabur selama 5 hari akhirnya berhasil diringkus lagi.

Agus Setianto kembali diringkus pada Senin (6/7/2021) malam.

Sebelumnya, Agus menjadi orang yang paling dicari di Pulau Bangka.

Dia melarikan diri dari ruang pemeriksaan penyidik Densus 88 anti Teror Polri di Gedung Satuan Tahti Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (1/7/2021) dini hari lalu.  

Pada Senin malam lalu, Agus ditangkap berssama dua pria lainnya, Ap dan Su.

Dia ditangkap tak jauh dari rumahnya di Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.  

"Yang bersangkutan ditangkap tak jauh dari rumahnya di Kace, saat mau mengambil minyak kayu putih bersama dua orang lainnya," ujar sumber bangkapos.com yang berada di lokasi penangkapan dan meminta identitasnya tidak disebut.

Penjelasan Kapolda

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat membenarkan kabar penangkapan tersebut.

Hanya saja, tak dijelaskan secara detail bagaimana Agus Setianto berikut dua orang yang bersamanya berhasil ditangkap pada Senin malam.

Anang hanya menyebut, saat ditangkap, AS tengah bersiap untuk kabur ke luar Pulau Bangka. 

Adapun dua orang lain yang ditangkap diduga membantu proses pelarian terduga AS.

"Sebagaimana yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa siapapun yang membantu AS akan dikenai proses hukum sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku," tegas Anang.

Ia menyebutkan dua orang pria yang membantu pelarian AS juga akan dianggap sebagai pelaku.

Menurut Anang, dugaan sementara salah satu pria yang membantu pelarian AS masih memiliki hubungan keluarga dengan AS.

Ia menyampaikan proses penangkapan dilakukan tadi malam saat terduga AS bersama temannya saat berada di suatu kebun, tidak jauh dari tempat tinggalnya di Desa Kace, Mendobarat, Kabupaten Bangka.

"Saat ini kita sedang mendalami motivasi dan latar belakang keterlibatan dua orang pria yang membantu AS," ungkap Anang.

Anang mengatakan saat ditangkap, ada bukti sejumlah uang serta pakaian-pakaian yang disiapkan.

"Saat ditangkap mereka sedang mempersiapkan diri ke luar pulau," sambungnya.

Sebelumnya, petugas terus memburu Agus Setianto.

Fotonya disebar dan masyarakat diminta melapor jika melihat yang bersangkutan.

Tampang AS dengan rambut gondrong dan tahi lalat di atas bibir kiri, tertempel di sejumlah tempat di Bangka Belitung.

Rambut gondrong sudah dipangkas

Setelah ditangkap, setidaknya hingga kemarin Agus Setianto alias Abu Raffa, satu dari terduga jaringan teroris asal Bangka Belitung itu terus diperiksa di Polda Bangka Belitung.  

Rambut gondrong Agus Setianto kini sudah dipangkas.

"Sekarang rambutnya pelaku yang gondrong itu (Abu Raffa) sudah dipotong di dalam sel gedung Narkoba. Tidak botak habis, cepak seperti kami ini lah," kata seorang personel yang melakukan pengamanan pemeriksaan Abu Raffa di gedung Direktorar Polda Babel, Selasa (6/7/2021).

Abu Raffa juga diminta untuk mandi terlebih dahulu sebelum diperiksa..

Begitu juga dengan Ap dan Su, dua orang yang diduga kuat membantu pelarian Abu Raffa.

"Sebelum diperiksa mereka juga disuruh bersih bersih dulu,  mandi bergantian," ujarnya.

Hingga kemarin, Kasatgaswil Bangka Belitung Densus 88/Antiteror Polri, Kombes Pol Hoiruddin Hasibuan belum bisa memberikan keterangan lebih detail mengingat masih dalam proses pemeriksaan.

Dirinya juga masih merahasiakan lokasi pemeriksaan Agus Setianto dan dua orang yang diduga membantu pelariannya.

"Benar sudah kita amanakan, untuk tempat dan keberadaan mereka adalah, yang jelas lebih aman dan lebih diperketat lah," kata Hasibuan, Selasa (06/07/2021). (/Sela Agustika/tea)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved