Berita Bangka Tengah
Akses Jalan di Kawasan Jembatan Nibung Kembali Terendam Banjir
Akibat banjir yang sudah tiga hari terakhir merendam kawasan jembatan Desa Nibung ini membuat aktivitas lalu lintas terhambat.
Penulis: Sela Agustika | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Akses jalan di kawasan jembatan Desa Nibung, Bangka Tengah kembali terendam banjir.
Akibat banjir yang sudah tiga hari terakhir merendam kawasan jembatan Desa Nibung ini membuat aktivitas lalu lintas terhambat.
Pantauan Bangkapos.com, Selasa (21/12/2021) banjir ini digenangi air setinggi lutut orang dewasa dengan ketinggian air kurang lebih mencapai 60 cm.
Namun kondisi tersebut masih bisa dilintasi para pengendara, khususnya pengendara roda empat.
Hingga saat ini pihak kepolisian, bersama tim BPBD Bangka Tengah, Camat, hingga masyarakat sekitar pun turut terjun langsung membantu mengawasi kelancaran lalu lintas kendaraan yang ingin melintasi kawasan tersebut.
Tampak beberapa truk dan tronton jasa angkut kendaraan pun ikut membantu para pengendara motor yang ingin menyebrang. Diketahui tarif yang diberlakukan ini mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu untuk satu kendaraan bermotor dalam satu kali penyebrangan.
Bahkan beberapa pengendara, khususnya sepeda motor pun memilih untuk putar balik dan tidak menyebrangi banjir tersebut.
Berbeda dengan Sri pelajar SMK Koba yang ingin pergi sekolah ini memilih menggunakan jasa angkutan untuk menaiki tronton untuk menyebrangi kawasan banjir.
"Mau sekolah tapi karena takut lewatnya, karena banjir lumayan dalem jadi mending bayar, motor diangkut mobil dari pada rusak kalo nyebrang," ujar Sri Kepada Bangkapos.com, Selasa (21/12/2021)
Menurutnya, hampir setiap musim penghujan, tepatnya beberapa tahunn terakhir kawasan Jembatan Desa Nibung ini selalu terjadi banjir.
"Memang untuk kawasa jembatan ini sering terjadi banjir, kita berharap ini bisa segera teratasi, dan mudahan-mudahan pembangunan jembatan ini bisa segera selesai sehingga tidak jadi terjadi banjir," tuturnya.
Kapolsek Koba, Iptu Martuani Manik mengatakan, ditengah kondisi saat ini upaya yang bisa pihaknya lakukan adalah melakukan pengamanan lalu lintas.
"Tindakan pertama yang kita lakukan adalah melakukan pengamanan di sini, jangan sampai ada yang terjebak macet, kemudian memasang tali, agar tidak keluar dari jalur, kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, dan terdapat pula truk-truk pengangkut, yang mengakut kendaraan roda dua dan penumpangnya," kata Manik.
Ia menuturkan, banjir ini sudah berlangsung selama tiga hari lebih, bahkan pihaknya memperkirakam banjir ini pun masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan apabila hujan masih memguyuri kawasan tersebut.
"Banjir ini sudah berlangsung sejak tiga hari lebih dan diperkirakan jika curah hujan masih tinggi, kondisi akan tetap sama. Namun pihak BPBD juga saat ini sedang mengecek, apakah ada penyumbatan yang terjadi," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20211221-banjir-di-kawasan-jembatan-desa-nibung.jpg)