Breaking News:

Kemerdekaan Bougainville Didukung Australia hingga China, Tapi Ditentang Indonesia, Ini Sebabnya

Orang-orang membunyikan klakson mobil dan berteriak “Kotak dua, Kotak dua!” mengacu pada kotak di kertas suara untuk menandai kemerdekaan....

via suar
Penampakan negara baru Bougainville 

Didukung Australia hingga China, Kemerdekaan Bougainville Justru Ditentang Indonesia

BANGKAPOS.COM -- Pada akhir 2019, tepatnya di Bougainville, orang-orang turun ke jalan bersiap untuk memilih dalam referendum yang telah mereka tunggu selama beberapa dekade.

Orang-orang membunyikan klakson mobil dan berteriak “Kotak dua, Kotak dua!” mengacu pada kotak di kertas suara untuk menandai kemerdekaan.

Dari 206.000 pemilih terdaftar, hampir 98 persen memilih untuk merdeka.

Mengirimkan sinyal yang jelas bahwa Bougainville bersatu dalam dorongannya untuk menjadi sebuah negara yang merdeka.

Melansir dari Asia and the Pacific Policy Society, meski hasil referendum sudah menggema, ini bukan akhir dari proses.

Baca juga: Pasti Dibeli Rp20 Juta per Lembar Jika Punya Uang Kertas Rp75 Ribu Ini, Cek Koleksi Uangmu

Baca juga: Ibu Muda dan Pacarnya Direkam Warga Berhubungan Badan di Mobil, 2 Anaknya Dibiarkan Menjerit di Luar

Baca juga: Calon Tetangga RI ini Baru Referendum, Kini Sudah Diincar Australia, Bakal Senasib Timor Leste?

Baca juga: Calon Tetangga RI ini Baru Referendum, Kini Sudah Diincar Australia, Bakal Senasib Timor Leste?

Menurut Komite Rencana Perdamaian Bougainville, setiap hasil harus diratifikasi oleh parlemen Papua Nugini (PNG) agar dapat dilaksanakan.

Calon negara baru, Bougainville yang berada di kawasan Asia Pasifik.
Calon negara baru, Bougainville yang berada di kawasan Asia Pasifik. (Downtoearth)

Presiden Bougainville, Ismael Toroama terpilih pada tahun 2020 karena ia dipandang sebagai pemimpin yang kuat yang berkomitmen untuk kemerdekaan pada tahap akhir.

Latar belakangnya sebagai mantan Komandan Tentara Revolusioner Bougainville (BRA) yang dijuluki “Rambo”

Perdana Menteri PNG, James Marape terus menggembalakan proses perdamaian dan referendum atas nama negara dalam konsultasinya dengan para pemimpin Bougainville melalui Badan Pengawas Gabungan (JSB).

Perdana Menteri Marape mengatakan Bougainville adalah masalah terbesar yang dihadapi PNG, sementara PBB terus berperan dalam memfasilitasi dialog dan pembuangan senjata.

Pada bulan Juli tahun 2021, Presiden Toroama memberikan tantangan dengan menetapkan tenggat waktu 2027 untuk mencapai penyelesaian akhir.

Selain pemerintahan PNG yang tak sepenuh hati melepaskan, geopolitik di sekitar kemerdekaan Bougainville semakin memperumit masalah ini.

Baca juga: Tips Cara Mudah Atur Notifikasi Chat Whatsapp untuk Kontak Tertentu, Bisa di Andorid dan iOs

Baca juga: Inilah Doa Dahsyat Ketika Berhadapan dengan Musuh atau Lawan Bicara, Amalan Nabi Musa

Baca juga: Tak Hanya Dipakai untuk Masak, Air Rebusan Daun Salam Ternyata Bisa Obati Penyakit Ini

Baca juga: Sosok Ishmael Toroama, Presiden Negara Bougainville, Baru Referendum dari Papua Nugini

Australia dan Selandia Baru telah banyak melakukan dorongan dalam proses perdamaian dan ingin dilihat sebagai 'perantara yang jujur' dalam resolusi apa pun.

Warga Bougainville, pulau di bawah bendera Papua Nugini yang ngotot ingin merdeka
Warga Bougainville, pulau di bawah bendera Papua Nugini yang ngotot ingin merdeka (via suar)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved