Berita Sungailiat
Jumlah Pedagang di Pasar Kite Sungailiat Over Kapasitas, Pemkab Bakal Lakukan Pembenahan
Pasar Kite Sungailiat menjadi satu di antara banyaknya pasar di Kabupaten Bangka yang sangat banyak dikunjungi pembel
Penulis: Arya Bima Mahendra |
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pasar Kite Sungailiat menjadi satu di antara banyaknya pasar di Kabupaten Bangka yang sangat banyak dikunjungi pembeli.
Berada tepat di Pusat Kota Sungailiat menjadikan Pasar Kite selalu ramai tak hanya di pagi hari, bahkan sampai siang sore hari masih ada kegiatan transaksi jual beli di sana.
Tak hanya pengunjungnya saja yang ramai, jumlah pedagangnya pun sangat banyak bahkan dianggap sudah melebihi kapasitas bangunan pasar.
Akibatnya, sejumlah pedagang yang tidak kebagian lapak berjualan, harus menjajakan dagangannya di lorong-lorong pasar hingga ke luar arah parkiran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Asep Setiawan menegaskan bahwa jumlah pedagang di Pasar Kite Sungailiat memang sudah over kapasitas.
Hal itulah yang kemudian membuat pasar tersebut terlihat sumpek dan tidak enak dipandang. Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran jumlah sarana dan prasarana yang disiapkan tidak sebanding dengan jumlah orang yang berjualan.
"Seharusnya Pasar Kite Sungailiat itu kapasitas lapaknya hanya untuk sekitar 80 orang pedagang saja. Sementara kalau kita lihat sekarang ini, mungkin jumlah pedagangnya udah lebih dari 100 bahkan hampir 200 orang," kata Asep, Senin (3/1/2022).
Oleh karena itu, Ia mengatakan bahwa kedepannya akan dilakukan pembenahan dan penempatan pedagang secara pasti.
"Misalnya, untuk barang yang kelontong kering jangan digabung dekat lapak dagangan basah seperti ikan dan sebagainya," ucapnya.
Selain itu, menurutnya ruko-ruko yang ada di Pasar Kite Sungailiat dinilai kurang representatif karena tidak terlalu luas. "Rata-rata luas rukonya itu hanya 2×2 ataupun 3×3 meter saja. Sedang komoditi yang dijual bermacam-macam jenis. Itulah yang kemudian membuat para pedagang menambah meja dan membuat lapak sendiri hingga ke lorong-lorong dan teras pasar," katanya.
Asep mengungkapkan, kedepannya akan dilakukan kajian secara teknis bersama dengan Dinas PUPR Kabupaten Bangka terkait pembenahan Pasar Kite Sungailiat tersebut.
Sementara itu, Bupati Bangka Mulkan menyebutkan bahwa Pasar Kite Sungailiat memang sudah layak diperbaiki atau direnovasi karena sudah berumur lebih dari lima tahun. "Karena kalau di bawah 5 tahun belum boleh diperbaiki sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat," ujar Mulkan.
Oleh karena itu, kedepannya pihaknya akan mengoptimalisasi kembali aset-aset Pemkab Bangka, terutama yang ada di pasar-pasar. "Nanti akan kita prioritaskan pembenahan di Pasar Kite Sungailiat, karena lokasinya memang berada di tengah kota, sehingga aktivitas jual belinya pun banyak," kata dia.
Sementara itu sebagian besar pasar milik pemerintah daerah memiliki permasalahan terkait pendataan, sanitasi hingga sirkulasi udara yang buruk.
Menurut Mulkan, hal tersebut dapat menjadi penyebab penerimaan pajak retribusi pasar menjadi terganggu dan berkurang. "Oleh karena itu, hal-hal seperti sanitasi dan ventilasi udara harus dibenahi. Karena kalau kondisinya buruk, maka semakin sedikit pedagang yang mau menyewa lapak berjualan dan sedikit pula pajak retribusi yang diterima," kata Mulkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220103-pasar-kite-sungailiat.jpg)