Jumat, 15 Mei 2026

Pedagang Tak Boleh Beli Ayam Langsung dari Produsen, Diduga Ada Oknum Nakal Mainkan Harga Ayam

Seorang pedagang menduga ada permainan oknum nakal di balik melambungnya harga ayam potong di pasaran Bangka Belitung.

Tayang:
Editor: fitriadi
bangkapos.com
Harga daging ayam di Pasar Modern Koba Kabupaten Bangka Tengah melambung tinggi. Foto diambil pada Rabu (5/1/2022). (Bangkapos.com/Sela Agustika) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pedagang ayam di Pangkalpinang, Bangka Belitung, ternyata tidak diperkenankan membeli langsung ayam potong di produsen ayam.

Para pedagang ayam potong di pasar terpaksa membeli ayam potong pada broker untuk dijual kembali kepada konsumen.

Seorang pedagang menduga ada permainan oknum nakal di balik melambungnya harga ayam potong di pasaran.

Harga ayam potong di tingkat pedagang pasar selama 3 pekan terakhir terus merangkak naik hingga saat ini berkisar Rp 45.000 per kilogram. Bahkan ada yang menjual ayam potong Rp 50.000 per kilogram.

Melambungnya harga ayam potong tidak saja dikeluhkan ibu-ibu rumah tangga sebagai konsumen, tetapi juga para pedagang di pasar-pasar.

Pedagang mengeluh karena penjualan mereka menurun drastis karena jumlah pembeli tidak banyak.

Pembeli lebih memilih membeli bahan pokok lain untuk lauk-pauk ketimbang membeli ayam potong yang harganya selangit,

Baca juga: Hampir Menangis, Pedagang Ini Curhat Merasa Tertekan Harga Ayam dari PT Terlalu Mahal

Baca juga: Sejumlah Komoditi Sumbang Inflasi Bangka Belitung, Termasuk Daging Ayam dan Cabai Rawit

Baca juga: Stabilkan Harga Daging Ayam, Disperindagkop UMKM Bateng Bakal Koordinasi dengan Pihak Provinsi    

Memasuki awal tahun 2022 harga daging ayam potong terus mengalami peningkatan.

Di Kota Pangkalpinang misalnya, rata-rata harga ayam potong di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini mencapai Rp45-Rp50 ribu per kilogram.

Dana (36) mengeluhkan kenaikan harga ayam potong yang setiap hari dijualnya di Pasar Rumput, Pangkalpinang yang kini mencapai Rp45 ribu per kilogram.

Sembari melayani pembeli yang hanya sesekali datang, Dana terus memotong daging ayam yang dijajakan di sudut pasar itu.

“Sebelum tahun baru memang sudah mahal dahulu. Saya kira setelah tahun baru turun, tetapi malah semakin naik berturut-turut,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (5/1/2022).

Dana menyebut, sudah sekitar dua sampai tiga pekan ini harga ayam terus mengalami kenaikan.

Bahkan kenaikan harga yang terjadi hari ini merupakan yang paling buruk dalam setahun terakhir.

Dia menduga, penyebab kenaikan harga ayam ini dipicu oleh permainan oknum nakal yang sengaja memainkan harga ayam agar terus melambung.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved