Kamis, 9 April 2026

Berita Otomotif

Blazer si Kebo Era 90-an, Ini Keunggulan dan Kelemahan

Bagi penggemar Mobil Jenis Sport Utility Vehicle (SUV) tentunya tidak asing lagi dengan merek mobil Opel-Chevrolet Blazer.

Penulis: Cepi Marlianto |
bangkapos.com
Mobil Opel-Chevrolet Blazer milik komunitas Forum Blazer Bangka Belitung saat tersusun rapi di halaman parkir Hotel Serata Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (16/1/2022). (Bangkapos.com/ Cepi Marlianto) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Bagi penggemar Mobil Jenis Sport Utility Vehicle (SUV) tentunya tidak asing lagi dengan merek mobil Opel-Chevrolet Blazer.

Di Bangka Belitung misalnya, pencinta mobil keluaran tahun 1996 ini juga lumayan cukup banyak. Hal itu ditandai dengan hadirnya Komunitas Forum Blazer Bangka Belitung (FB3)  yang menjadi wadah berkumpulnya para pemilik mobil Blazer di Bumi Serumpun Sebalai ini.

Tampilan Blazer memang mempunyai karakter tersendiri dengan sisi maskulin. Kegagahan mobil ini terlihat dari bodinya yang tebal serta kokoh.

Tak heran jika mobil Blazer ini lebih sering disebut dengan nama mobil Kebo oleh para penggemarnya.

Ketua Komunitas FB3 Ridwan Manaf mengatakan, pada tahun 1996 awal peluncuran Blazer mobil ini sempat menjadi raja jalanan sampai banyak diminati oleh penggemarnya. Dia memilih menggunakan mobil Blazer sejak tahun 2000 karena mobil jenis ini aman, nyaman dan menjadi mobil idaman keluarga.

Alasan safety dan bodi kokoh yang dimiliki oleh mobil Blazer ini juga banyak diungkapkan oleh para penggemar lainnya.

“Saya memilih memakai Blazer karena merasa nyaman dan merasa enak. Bodinya lebih tebal dan kokoh dibandingkan dengan mobil yang lain,” kata dia kepada Bangkapos.com, Minggu (16/1/2022).

Selain itu Blazer yang memiliki ground clearance cukup tinggi kata Ridwan, juga mampu melibas segala medan jalan baik offroad maupun perkotaan.

“Blazer bisa dibawa kemana saja tidak mengenal medan, mau masuk ke hutan ataupun ke kota tidak ada hambatan sama sekali,” terang Ridwan.

Menurutnya asumsi orang selama ini Blazer merupakan mobil yang sangat sulit perawatannya karena spare part yang mahal. Padahal perawatan mobil dengan julukan kebo ini tak selamanya sukar dilakukan.

Seperti halnya overheat yang sering terjadi pada mobil jenis ini, khususnya yang berbekal mesin DOHC atau Double Over Head Camshaft dengan kapasitas 2.200 cc. Jika rutin dilakukan perawatan tidak akan ada masalah.

“Blazer diproduksi dan dipasarkan di Indonesia dari tahun 1996 hingga tahun 2005 dengan mesin SOHC (Single Over Head Camshaft) dan DOHC tipe Montera, LT, dan XR,” bebernya.

Kemudian permasalahan pada pelat kopling yang sering terjadi pada mobil Blazer dan kaki depan memang harus rutin di cek. Belum lagi Blazer yang merupakan penggerak roda belakang memang perlu perawatan yang cukup dimana cross joint pada kopel harus sering diganti.

Tetapi tidak usah takut, walaupun Blazer terkesan boros dalam konsumsi bahan bakar minyak hal ini tentunya seimbang dengan tenaga yang diberikan. Sedangkan untuk sparepart sendiri mobil ini bisa dikanibalkan dengan mobil lain, jadi tidak sulit.

“Orang lain menilai Blazer ini adalah mobil yang susah diurus, pertama spare part mahal dan BBM boros. Tetapi dia ada keistimewaannya banyak sparepart yang bisa dikanibal dengan mobil-mobil yang lain. Jadi memang tidak sulit,” ucapnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved