Militer dan Kepolisian
Sangar, Tapi Rudal BrahMos yang Diborong Filipina Bakal Tak Berdaya Hadapi Rudal China Ini
Sistem akan dioperasikan oleh Resimen Pertahanan Tepi Pantai Marinir Filipina, yang telah diaktifkan tahun lalu, dan dapat diluncurkan dari
Brahmos adalah sebuah proyek gabungan antara Riset Pertahanan dan Organisasi Perkembangan India (DRDO) dan Mashinotroyeniya NPO Rusia untuk memproduksi rudal jelajah supersonik dua tahap.
Kecepatan supersoniknya memberikan waktu terbang lebih pendek untuk menarget, keterlibatan lebih cepat dan peningkatan kesulitan intersepsi.
Brahmos pertama kali memasuki tugas dengan Angkatan Laut India tahun 2005, sementara varian di daratnya memasuki masa tugas pertama kali dengan Angkatan Darat India tahun 2007.
Rudal supersonik adalah senjata canggih pertama untuk dikirimkan guna menghadang aksi nekat China memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) China.
Dikatakan juga rudal ini bisa digunakan oleh Pasukan Bersenjata Filipina dalam serangan darat dan peran anti-kapal.
Dalam peran serangan darat, rencana Filipina menggunakan baterai Brahmos dapat mengancam instalasi China di Karang Mischief di Laut China Selatan, terletak 217 kilometer sebelah barat pulau Palawan, Filipina, dan berada di dalam jangkauan rudal sejauh 290 kilometer.
Tambahan lagi, Brahmos dapat dipakai untuk melawan kehadiran angkatan laut China di sekitar Scarborough Shoal yang berada 222 kilometer barat Luzon.
Sangarnya Rudal BrahMos
Melansir The National Interest (8 Januari 2021), rudal jelajah BrahMos bersifat siluman, cepat, dan sangat sulit untuk ditembak jatuh.
BrahMos (dari Brahmaputra dan Moskow) dimulai pada 1990-an sebagai proyek bersama antara Rusia dan India untuk mengembangkan versi India dari rudal jelajah P-800 Oniks.
BrahMos sebenarnya sedikit lebih cepat pada Mach 2.8 daripada P-800.
Beratnya juga dua kali lipat dari Tomahawk, dengan berat enam ribu pon.
Meskipun memiliki hulu ledak yang lebih kecil, efek dampaknya sangat menghancurkan.
Kemampuan BrahMos untuk mempertahankan kecepatan supersonik saat meluncur di ketinggian rendah membuatnya sangat sulit untuk dideteksi dan dicegat.
BrahMos juga melakukan "manuver S" mengelak sesaat sebelum tumbukan, sehingga sulit untuk menembak jatuh dari jarak dekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/16122021brahmos.jpg)