Virus Corona di Bangka Belitung
Yulinawati Sebut Anaknya Tegang dan Takut, 120 Pelajar SDN 60 Pangkalpinang Ikut Vaksinasi Covid-19
Sempat menolak untuk divaksin dan memberontak, Nafisah, Siswi Kelas II SD Negeri 60 Pangkalpinang akhirnya pasrah. Ia tak kuasa menahan suntikan vaksi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sempat menolak untuk divaksin dan memberontak, Nafisah, Siswi Kelas II SD Negeri 60 Pangkalpinang akhirnya pasrah. Ia tak kuasa menahan suntikan vaksinasi di lengan kirinya, Rabu (19/1/2022).
Bahkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Daroe Tri Sadono dan rombongan turut serta untuk membujuk dan menenangkan Nafisah sehingga dapat divaksin dengan tenang.
Seusai menerima dosis vaksinasi, ibu dari Nafisah, Yulinawati menyatakan jika anaknya sempat menolak untuk divaksin karena takut dan juga tegang.
Menurut Yulinawati, anaknya yang saat ini duduk di bangku Kelas II SD Negeri 60 Pangkalpinang belum pernah disuntik sehingga merasa tegang dan takut.
"Mungkin anak saya tegang dan takut karena belum pernah disuntik kecuali dulu ketika imunisasi saat kecil, jadi sempat menolak. Tapi alhamdulillah sudah selesai dan sudah tenang," ujar Yulinawati kepada bangkapos.com.
Melalui vaksinasi anak-anak ini, Yulinawati yang merupakan warga Gandaria I Kecamatan Gerunggang berharap agar kondisi anak-anak tetap aman.
Tak hanya itu dengan terlaksananya vaksinasi ini, Yulinawati berharap huru-hara yang selama ini terjadi tak lagi terjadi dan anaknya dapat sekolah dengan aman.
"Harapannya tentunya anak kami dapat bersekolah dengan aman dan nyaman tanpa khawatir lagi dengan pandemi ini," jelasnya.
Sementara itu 120 siswa dan siswi SD Negeri 60 Pangkalpinang ditargetkan menerima dosis vaksinasi anak usia 6-11 tahun pada Rabu (19/1/2022).
Tak sedikit orangtua yang turut mendampingi anaknya untuk menerima dosis vaksinasi sekaligus untuk meyakinkan anak-anaknya agar tidak takut saat menerima dosis vaksin.
Angga, satu dari sekian orangtua yang mendampingi anaknya mengakui sengaja ikut untuk mendampingi anaknya ketika menerima dosis vaksinasi.
Ayah dari Aqilah (8) yang saat ini duduk di Kelas II SD Negeri 60 Pangkalpinang ini menyebutkan dirinya bahkan sempat berat untuk membiarkan anaknya divaksin lantaran kasihan terhadap anaknya.
Kepada bangkapos.com, Angga mengakui agak berat melihat anaknya yang masih belia haris divaksin.
Kendati demikian ia turut menguatkan anaknya agar kuat dan semangat saat menerima suntikan dosis vaksinasi.
"Kasihan masi kecil harus disuntik vaksinasi Covid-19. Namun demi langkah pencegahan sekaligus mendukung program pemerintah tetap kita lakukan," ujar Angga pada Rabu (19/1/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220119-nafisah-siswi-kelas-ii-sd-negeri-60-pangkalpinang-yang-sempat-memberontak.jpg)