Rabu, 15 April 2026

Matakin Babel Sarankan Perayaan Imlek Sederhana Saja, Junjung Nilai Bakti Umat Tionghoa

Hari Raya Imlek 2573 jatuh pada Tanggal 1 Februari 2022. Tahun ini menjadi tahun ketiga Umat Tionghoa merayakan Imlek di tengah Pandemi Covid-19.

Penulis: Cici Nasya Nita |
Ist
Ilustrasi berpakaian merah saat imlek 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Hari Raya Imlek 2573 jatuh pada Tanggal 1 Februari 2022. Tahun ini menjadi tahun ketiga Umat Tionghoa merayakan Imlek di tengah Pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Bangka Belitung (Babel), Wery Chin mengakui perayaan Hari Raya Imlek beberapa tahun di tengah pandemi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Namun nilai-nilai yang kuat bagi umat Tionghoa tak akan pudar yakni nilai bakti yang harus dijunjung.

"Kalau bagi orang Tionghoa itu nilai nomor satu sebagai manusia atau anak itu adalah bakti, dalam menyambut tahun baru imlek itu mereka harus sembayang kepada leluhur dan tuhan (Tian), untuk tahun lalu kita terimakasih banyak kepada Tian dan orang suci," ujar Wery, Kamis (27/1/2022).

Dia menyebutkan ungakapan terimakasih itu atas peroleh tahun lalu baik dari rezeki dan berkah serta diharapkan pada tahun yang akan datang itu lebih kuat dan baik lagi.

"Tahun depan itu tahun macan air, semoga kita semakin kuat, menjaga, menahan diri dan menjaga tolerasi sesama umat agama dan antar umat beragama," katanya.

Dia menambahkan tema hari raya imlek 2573 ini adalah  Seorang Junzi ( Insan beriman dan berbudi ) Hidup dalam Tengah Sempurna, Xiaoren ( manusia rendah budi ) Hidup menentang Tengah Sempurna.

"Tema yang mengajarkan kita semua agar selain taat menjalankan agama, sudah selayaknya kita harus berusaha keras menjadi warga negara dan umat manusia yang baik pula, yang senantiasa mengambil jalan keselarasan dan keharmonisan," katanya.

Dia menambahkan sebagai Matakin Babel, pihaknya berusaha menghimbau agar perayaan Imlek di tengah pandemi tidak dirayakan berlebihan.

"Biasanya memang ada kumpul-kumpul keluarga, ini yang kita kendalikan agar tidak ada pesta besar-besaran, sederhana saja yang penting makna tercapai, jangan lupa prokes tetap harus dijalankan, kita berusaha menjalankan apa yang diimbau pemerintah demi kebaikan bersama," katanya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved