Selasa, 14 April 2026

Militer dan Kepolisian

Diharapkan Jadi Benteng Hadapi Rusia, Personel Militer Ukraina Malah 'Dibantai' Tentaranya Sendiri

Empat anggota Garda Nasional - semuanya laki-laki - tewas dalam penembakan yang terjadi pada pukul 03:40 waktu setempat pada Kamis (01:40 GMT)

Editor: Iwan Satriawan
REUTERS/Gleb Garanich
Seorang anggota pasukan Ukraina memegang senjata anti-tank ringan generasi berikutnya (NLAW), yang dipasok oleh Inggris, selama latihan di Pusat Keamanan Perdamaian Internasional Ukraina dekat Yavoriv, di wilayah Lviv, Ukraina, Jumat (28/1/2022). 

BANGKAPOS.COM-Belum terjadi perang beneran, tapi empat personil Garda Nasional Ukraina telah tewas sia-sia akibat tembakan prajurit Ukraina sendiri.

Awal Januari ini, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan telah meluncurkan latihan militer dengan partisipasi lebih dari 10 ribu tentara di dekat perbatasan dengan Ukraina.

Menghadapi ancaman tersebut, Ukraina pun melakukan latihan militer menggunakan sistem pertahanan udara di dekat Krimea yang dicaplok oleh Rusia secara ilegal.

Namun, seorang wajib militer Garda Nasional di Ukraina telah justru 'membantai' dengan menembak mati lima orang.

Tak hanya itu, dia juga melukai lima lainnya di kota timur Dnipro.

Baca juga: Diambang Perang, Ini Prediksi Mengerikan Jika Pecah Perang Antara Rusia dan Ukraina

Melansir BBC, Jumat (28/1/2022), pria itu melepaskan tembakan saat penjaga tengah mengeluarkan senjata di pabrik kedirgantaraan Pivdenmash pada Kamis pagi.

Seorang prajurit Pasukan Militer Ukraina berjalan di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia tidak jauh dari Avdiivka, di wilayah Donetsk, Ukraina tenggara pada 10 Januari 2022.
Seorang prajurit Pasukan Militer Ukraina berjalan di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia tidak jauh dari Avdiivka, di wilayah Donetsk, Ukraina tenggara pada 10 Januari 2022. (AFP/ANATOLII STEPANOV)

Prajurit itu, bernama Artemiy Ryabchuk, 21, melarikan diri dengan senapan serbu Kalashnikov.

Dia kemudian ditangkap polisi.

Motifnya perbuatannya masih tidak segera jelas.

Baca juga: Harganya Rp 35 Juta, Ini Spesifikasi Lengkap Pistol G2 Premium Produksi Pindad

Namun seorang anggota parlemen Ukraina mengatakan tersangka mungkin telah diganggu lebih dhulu.

Beberapa laporan mengatakan dia menyerahkan diri kepada polisi secara sukarela.

Kepala Garda Nasional Mykola Balan mengajukan permintaan pengunduran dirinya tak lama setelah itu.

Dia mengatakan bahwa sebagai komandan dirinya bertanggung jawab "atas setiap insiden, baik dan buruk".

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Volodymyr Zelenskiy memerintahkan penyelidikan atas penembakan yang "mengerikan" itu.

Baca juga: Tak Kalah Canggih dengan Buatan Barat, Ini Spesifikasi Senapan Serbu Garapan Pindad SS2 Semua Varian

"Saya mengharapkan petugas penegak hukum untuk memberi informasi sepenuhnya kepada publik tentang semua kejahatan ini," katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved