Dicuri dan Diawetkan, Begini Fakta yang Ditemukan Usai Otak Albert Einstein Dibelah Jadi 24 Bagian
Para ilmuwan mencoba memahami rahasia di balik kecerdasan Albert Einstein dengan membelah otaknya menjadi 24 bagian.
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM - Albert Einstein dianggap sebagai orang dengan pikiran paling cerdas yang pernah ada di dunia.
Mengutip Britannica, Einstein merupakan fisikawan kelahiran Jerman yang mengembangkan teori relativitas khusus dan umum serta memenangkan Hadiah Nobel bidang Fisika pada 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik.
Einstein diketahui lahir di Ulm, Württemberg, Jerman, pada 14 Maret 1879 dan meninggal di Amerika Serikat.
Prestasinya dalam bidang ilmiah telah mengubah dunia serta cara kita melihat kehidupan.
Sepanjang karirnya, banyak ahli biologi mencoba memahami apa sebenarnya perbedaan yang membuat Einstein begitu cerdas.
Meski terdengar menyedihkan, banyak dari mereka yang tertarik untuk mengetahui apa rahasianya sampai menunggu kematian Einstein agar bisa membedahnya.
Einstein sudah tahu bahwa otaknya sangat menarik dan dia memberi tahu keluarganya bahwa dia tidak ingin otaknya dipelajari.
Keinginan terakhirnya adalah agar tubuhnya dikremasi dan abunya disebar secara rahasia sehingga tidak ada orang fanatik yang mau mengambilnya.
Baca juga: Nasib Janda Muda Cantik Usai Nikahi Pria Buruk Rupa, Awalnya Mesra Tapi Sekarang Mengejutkan
Baca juga: Tante Ernie Sindir Orang Kepo Pakai Filter Cat Mask: Pengen Gue Cakar, Deh!
Baca juga: Janda Semakin di Depan, Pose Hot Mom BCL Bertanktop Jaring-jaring dan Outer Terbuka Bikin Gregetan
Sekitar April 1955, Einstein mulai jatuh sakit.
Seperti tertulis di bbc.com, Brian Burrel telah menerbitkan sebuah buku pada tahun 2005 berjudul, " Kartu Pos dari Museum Otak " di mana dia menggambarkan bahwa Einstein tahu bahwa waktunya akan datang.
Pada tanggal 18 April 1955 Einstein dilarikan ke Rumah Sakit Princeton di mana ia meninggal beberapa jam kemudian, pada usia 76 tahun.
Para petugas medis tidak yakin apa penyebab pasti kematian, sehingga mereka mengikuti untuk melakukan otopsi yang dipimpin oleh ahli patologi Thomas Harvey.
Harvey sangat menyadari keinginan Einstein, tetapi pikiran fanatiknya tidak menghentikannya untuk mencuri otak Einstein.
Harvey membawa otak itu ke Philadelphia, di mana dia mulai menganalisisnya untuk menemukan rahasia kecerdasan Einstein.
Otak itu dibagi menjadi 240 bagian yang semuanya diawetkan dalam cairan yang disebut seloidin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/albert-einstein_20160815_170717.jpg)