Omicron di Bangka Belitung
Omicron Masuk Belitung, Berikut Perbedaan Gejala Omicron dengan Flu Biasa
Varian ini disebut memiliki gejala yang mirip sekali dengan flu biasa. Bagaimana membedakannya?
Penulis: Khamelia CC | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Bupati Belitung Timur Khairil Anwar mengimbau masyarakatnya agar selalu taat protokol kesehatan. Apalagi saat ini kabarnya di Belitung sudah masuk varian omicron.
"Di Belitung Timur sendiri saat ini kasus aktif ada empat orang. Di Belitung lebih dari 20 orang. Ini harus kita perhatikan supaya kewaspadaan kita meningkat," kata Khairil kepada posbelitung.co, Rabu (2/2/2022).
Khairil bilang varian omicron cukup berbahaya karena bisa menular dengan cepat dan gejalanya yang hampir sama dengan flu pada umumnya. Karena itu dia ingin setiap orang yang merasa kondisi tubuh tidak fit jangan memaksakan diri berkumpul atau beraktivitas.
Ia menyarankan agar segera periksakan diri supaya tahu langkah apa yang bisa diambil untuk menanganinya. Pihak puskesmas dan Dinkes juga sudah dia instruksikan agar bisa mendeteksi dini agar tidak ada penyebaran yang luas.
Baca juga: Kecanduan Narkoba, Pria Asal Sungailiat Ini Kepergok Maling Kloset yang Sudah Terpakai
Baca juga: Warga Nelayan II Datangi Porles Bangka Minta Ungkap Kasus Pembunuhan di THM Dragon 99
"Saat ini kita juga menjalankan program vaksinasi. Yang primer kita sudah yang dosis pertama sudah 80an persen, yang kedua sudah sekitar 70an persen. Vaksin anak-anak sudah hampir 100 persen. Kemudian booster ini kita sudah jalan sekitar 2 persen. Ini yang kita kejar juga," ujar wabup.
Terkait kebijakan pembatasan kegiatan dan pembelajaran tatap muka, dia mengatakan belum bisa berkomentar lebih jauh karena menyangkut kepentingan bersama. Dia bakal melakukan rapat koordinasi bersama pihak-pihak terkait sebelum mengambil kebijakan.
"PTM dan PPKM harus kita rapatkan dulu bersama forkopimda dan stakeholders terkait. Jangan sampai mmebuat keresahan lagi di masyarakat," kata Khairil.
Gejala Omicron Mirip dengan Flu
Masyarakat kini semakin cemas dengan infeksi varian Omicron yang terus bertambah. Bahkan Pemerintah Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin booster diperlukan sebagai upaya melawan varian baru ini.
Covid-19 varian Omicron disebut memiliki tingkat penularan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan varian Delta. Padahal, sebelumnya varian Delta sudah dianggap sebagai varian yang paling menular.
Data mengenai varian Omicron ini masih sangat terbatas. Namun terdapat beberapa gejala yang ditemukan khusus pada Covid-19 varian Omicron ini.
Varian ini disebut memiliki gejala yang mirip sekali dengan flu biasa. Bagaimana membedakannya?
Gejala yang paling umum ditemukan pada penderita Covid-19 varian Omicron adalah sebagai berikut:
- Batuk kering
- Mudah lelah
- Hidung tersumbat
- Pilek
- Sakit kepala.
Uniknya, gejala hilangnya penciuman dan indra perasa yang banyak ditemukan pada varian lain, tidak ditemukan pada penderita varian Omicron.
Penderita Omicron yang mengalami hilang penciuman dan indra perasa hanya terjadi pada pasien yang baru pertama kali terpapar virus Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/perbedaan-gejala-virus-corona-dan-flu.jpg)