Breaking News:

BNNP Babel Jerat Bandar Narkoba Dengan TPPU, Berkas Perkara Sudah di Kejagung

Proses hukum TPPU terhadap AS bandar narkoba jaringan Babel-Sumsel sudah ditangai kejagung, tinggal menunggu proses persidangan

Editor: rusmiadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
epala BNNP Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol M. Zainul Muttaqien. 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi ( BNNP) Bangka Belitung (Babel) membuktikan mampu menjerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), terhadap bandar narkoba jaringan Babel-Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial AS.

Proses hukum TPPU terhadap AS warga binaan Lapas Narkotika Pangkalpinang ini, sudah dilimpahkan penyidik gabungan dari BNN RI dan BNNP Babel'> BNNP Babel ke Kejaksaan Agung (kejagung) dan tinggal menunggu persidangan.

“Perkara TPPU yang ditangani penyidik gabungan dari BNN RI dan penyidik BNN Provinsi Babel menjerat bandar narkoba berinisial AS, yang merupakan warga binaan Lapas Narkotika Pangkalpinang. Saat ini berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap oleh Kejagung,” ujar Kepala BNN Provinsi Babel Brigjen Pol M Zainul Muttaqien, Sabtu (5/2/2022).

Berkas perkara dan barang bukti perkara TPPU bandar narkoba ini, lanjut Muttaqien, sudah dilimpahkan ke tim jaksa dari Kejagung RI, yang dipimpin oleh Jaksa Utama Muda Arna Nirwani Abdul Hamid, pada Kamis (27/1/2022) lalu.

Seperti diketahui, pengungkapan kasus narkoba ini bermula dari keberhasilan penggagalan pengiriman narkoba jenis sabu sebanyak 1,2 kg yang diperkirakan senilai Rp 2,5 miliar, oleh tim gabungan BNNP Babel'> BNNP Babel, Kanwil Kemenkumham Babel dan Bea Cukai Pangkalpinang, saat hendak memasuki wilayah Babel melalui pelabuhan di Kecamatan Sungai Selan, Bangka Tengah pada bulan Juli 2021 silam.

Dari rilis yang diterima Bangkapos.com, Sabtu (5/2/2022) pukul 19.34 WIB ini, Muttaqien menjelaskan, terungkap kasus pengirman narkoba dari Sumsel ke Babel tersebut, setelah ada informasi dari masyarakat.

BNNP Babel'> BNNP Babel membentuk dua tim, dimana tim pertama dipimpin oleh AKBP Noer Wisnanto dan tim dua dipimpin oleh AKP Ferey Hidayat R, berhasil mengamankan lima orang tersangka yang memiliki peran berbeda.

Pelaku berinisial R dan M sebagai kurir pembawa sabu. Sedangan pelaku berinisial S sebagai penyimpan sabu, lalu pelaku berinisial H sebagai penjual sabu, sedangkan pelaku berinisial EN (istri AS) sebagai pengatur transaksi pembelian sabu.

Dari kelima orang tersebut, menurut Muttaqien, diperoleh keterangan bahwa otak pengendali peredaran narkoba tersebut adalah AS, yang merupakan warga binaan Lapas Narkotika Pangkalpinang.

Muttaqien menjelaskan dari kerjasama dan sinergi yang baik dengan Kadiv Lapas Kemenkumham Babel Agus Irianto dan Sugeng dari Lapas Narkotika Pangkalpinang, turut mengamankan tersangka AS, untuk dilakukan penggerebekan dan pemeriksaan oleh tim gabungan.

Dalam proses penanganan perkara TPPU terhadap AS, menurut Muttaqien penyidik BNNP Babel'> BNNP Babel bekerjasama dengan tim penyidik TPPU BNN RI melakukan analisis keuangan serta pelacakan terhadap aset milik AS.

“Berdasarkan hasil pengecekan aliran dana AS ditemukan transaksi miliaran rupiah dari hasil kejahatan narkotika,” beber Muttaqien.

Kemudian tim penyidik melakukan pemblokiran dan penyitaan terhadap beberapa rekening AS dan uang yang ada di rekening, serta penyitaan terhadap aset bergerak dan tidak bergerak seperti tanah, rumah, emas dan lainnya, baik yang berada di wilayah Babel dan Sumsel.

Berkat sinergitas yang baik antara BNN, Polda dan Kejati Babel serta Kejagung RI, maka penyidikan yang dilakukan oleh tim gabungan penyidik BNNP Babel'> BNNP Babel dapat berjalan dengan cepat dan tuntas, sampai dengan dilakukan tahap dua yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti untuk selanjutnya dilakukan persidangan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved