Breaking News:

Kemenaker Pastikan Pekerja Mengundurkan Diri Tak Dapat JKP dan JHT, Ini Alasannya

Pekerja yang mengundurkan diri dari tempat kerjanya, tidak mendapatkan dana Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Penulis: Eltjandring CC | Editor: El Tjandring
KONTAN/Fransiskus Simbolon
ILUSTRASI. Nasabah melakukan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di kantor BPJS Ketenagakerjaan. 

Kemenaker Pastikan Pekerja Mengundurkan Diri Tak Dapat JKP dan JHT, Ini Alasannya

BANGKAPOS.COM – Pekerja yang mengundurkan diri dari tempat kerjanya, tidak mendapatkan dana Jaminan Kehilangan Pekerjaan ( JKP) dan Jaminan Hari Tua ( JHT).

Hal ini diungkapkan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker) Dita Indah Sari.

Dita menjawab banyak pertanyaan terkait karyawan mengajukan pengunduran diri atau resign, tidak mendapatkan dana JKP dan JHT.

Sebab, pekerja tersebut belum memasuki usia pensiun 56 tahun sesuai Permenaker Nomor 2 Tahun 2022.

Dita Indah Sari mengatakan, gambaran umum secara filosofis adalah kalau ada karyawan resign, seharusnya telah memiliki rencana lain, di antaranya pindah kantor.

Lalu, bagaimana jika ternyata ada karyawan memutuskan resign untuk beralih profesi dari pekerja kantoran menjadi pengusaha?

"Nah yang mengundurkan diri tidak dapat JKP, tidak dapat JHT juga," ujar Dita saat diskusi virtual, Selasa (15/2/2022) dikutip dari bangkapos.com.

“Padahal, misal dia mau buka usaha? Kan ada anggaran bansos dari pemerintah,” katanya menjelaskan.

Menurut Dita, tujuan Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 untuk mengembalikan fungsi JHT pada dasarnya sesuai Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004.

"Jadi dalam UU itu di pasal 35 dan pasal 36 disampaikan bahwa JHT dibayar saat pekerja usia pensiun.”

“Usia pensiun berapa? Diatur dalam PP Nomor 46 Tahun 2015 yakni usia 56 tahun," katanya.

Namun, saat itu juga keluar Permenaker Nomor 16 Tahun 2015, di mana membolehkan dana JHT tidak diambil di usia 56 tahun.

"Bisa diambil satu bulan setelah di PHK. Kenapa waktu itu boleh? Karena banyak kena PHK, banyak mengeluh tidak dapat pesangon, waktu itu belum ada JKP," kata Dita.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved